Posted in Bahasa

Tiga tingkatan nasi kotak

Orang Jawa bilang “saru” kalo kita mengkritik atau meributkan makanan. Menurutku itu kondisi ideal. Pada situasi tertentu, mengkritik makanan itu perlu, misalnya ketika makanan itu bikin sakit perut atau sakit lainnya. Sering juga mengkritik makanan itu ngga perlu tapi tetep dilakukan. Urusan makanan bisa dianggap sepele, bisa juga dibesar-besarkan. Yang jelas, aku dapet pelajaran baru. Siapa sangka, dari mengamati urusan yang dianggap sepele seperti makanan dan perilaku orang-orang terhadapnya, wawasan bisa nambah dikit dan ada latihan berpikir serta kesimpulan yang ngga diduga.

Di sini, aku mau cerita tentang nasi kotak. Jujur, aku pengen banget mengerti dan belajar sungguh-sungguh secara terus-menerus tentang Indonesia dan masyarakatnya. Ternyata, nasi kotak bisa bicara banyak tentang itu.

Continue reading “Tiga tingkatan nasi kotak”