Ik Begrijp U Niet!*

Tak terasa, waktuku untuk mempersiapkan diri sebelum lepas landas ke negeri kincir angin cuma tinggal beberapa minggu saja. Tiga minggu, lebih tepatnya. Persiapanku simpel-simpel aja. Satu yang paling penting adalah Kursus Bahasa Belanda di Karta Pustaka.

Meski kuliahku akan memakai Bahasa Inggris sebagai pengantar, dan beberapa alumni yang kukenal tidak merasa perlu menguasai Bahasa Belanda, aku tetap ngotot mempelajari Nederlands.

Sejujurnya aku terinspirasi oleh satu adegan di serial Sex and The City yang tak sengaja kutonton di HBO. Carrie, tokoh utama serial ini, akhirnya pergi ke Paris bersama pacarnya, Alexandr Petrovski (kalo ga salah ini namanya), seorang seniman cahaya.

Pergi ke Paris adalah impian Carrie seumur hidup. Paris … ibukota mode dunia! Tentu saja Carrie sang fashionholic langsung heboh dan senang sekali. Dia -akhirnya- bisa memakai baju-baju fancy yang tak cocok dikenakan di New York, kota tempat tinggalnya. Dengan wajah berbinar dia melatih aksen bahasa Prancis. Di lidah Carrie, aksen itu terasa sangat lembut, sexy, … berkelas, dan tentu saja fashionable.

Teman perjalanannya adalah pacarnya yang kaya raya, artinya: dia akan menginap di hotel sekelas istana, belanja tanpa batas di butik haute-couture, dan sebagainya. Segala kesenangan dan impian Carrie -akhirnya- akan terpenuhi dalam gemerlap Paris nan glamor. Wajar saja kegembiraan itu seperti akan meledak keluar dari tubuh Carrie tanpa bisa diredam. Sampai-sampai Carrie mengambil langkah ekstrim: ia keluar dari pekerjaannya di New York untuk tinggal di Paris.

Ternyata, usia kegembiraan Carrie tak lebih dari beberapa jam saja. Carrie sudah puas gonta-ganti baju dan aksesoris Parisian style. Carrie sudah melakukan adegan yang sangat picture-perfect, yaitu: melongok ke Menara Eiffel dari balkon kamar hotelnya, balkon mewah yang berhiaskan bunga-bunga kecil yang menjuntai dalam penataan yang sangat artistik. Carrie sudah puas berbelanja, berjalan-jalan melihat sekeliling, nongkrong di cafe elite, sendirian.

Carrie mulai merasa kehilangan atmosfer New York. Ia merindukan sahabat-sahabatnya yang tinggal di sana. Ternyata Paris tetaplah sebuah kota asing. Di dalam suasana Paris yang galak, bawel, dan bernafas dalam filsafat yang kelam, kehebohan Carrie terasa serba salah dan canggung. Carrie tidak bisa berkomunikasi dengan orang-orang Prancis yang terlalu bangga untuk berbicara bahasa Inggris. Carrie pun tertidur, bosan menunggu pacarnya yang sibuk. Rupanya benar-benar tidak ada yang peduli padanya.

Carrie, lebih mencintai fantasinya tentang Paris.

Carrie memang lebay. Tapi dari adegan lebay di serial lebay itulah aku memaksa diri untuk belajar Bahasa Belanda. Jangan sampai aku membanting-banting gagang telepon umum sambil menangis seperti Carrie yang kesepian di negeri orang.

*artinya: Aku ngga mengerti omonganmu!
Een cursus voor beginners is natuurlijk te gemakkelijk voor mij. Yeah, aku udah mulai bahagia dengan bahasa Belanda ini. Semoga di sana aku bisa berteman dengan orang Belanda dan menguasai bahasa ini dalam enam bulan. πŸ™‚

Advertisements

Author: nadya

on-going tensions between ready-made values and uncharted territory

10 thoughts

  1. Salut, Belle! Huhu, aku sama sekali ga bisa bahasa Belanda, karena semua orang Belanda dengan bangganya berbahasa Inggris. Tapi percayalah, selama di Belanda ga pernah merasa seperti Carrie di Paris. Selalu banyak teman internasional daaaannn bujubuneng kuliahnya nyiksaaaaa πŸ˜›

  2. Bagus! Om Yuno salut padamu atas semangatmu belajar bahasa Belanda. Pasti, kau akan merasakan sekali manfaatnya nanti.
    OK, tetap semangat. Om menikmati tulisanmu. Salam untuk keluarga di rumah. Tante Kim titip salam.

    1. Makasih Om … Aku sayaaaang sekali sama Om yang selalu apresiatif … Hampir setiap hari aku tiap hari kursus Bahasa Belanda dan mengerjakan PR, sampai lupa menulis di blog. Entah kenapa aku bahagia sekali menulis di blog, apalagi tulisanku dibaca dan dinikmati Om. Salam sayang juga untuk Tante Kim yaaa!

  3. Nadya, aku sudah denger smeuanya kabar tentangmu dari mba Ifta. selamat ya, finally, kamu memang sudah saatnya dan memang pantas ke sana. aku juga ada teman yang baru berangkat ke Leiden pertengahan Juli lalu. di Short Course. namanya Mamay. selamat ya…ikut seneng.

  4. wah sudah mau brangkat ya? selamat ya, smoga kursus bahasa belandanya sukses, sambil dibagi2 ilmunya disini, dan tentu juga kuliahnya disana nanti sukses jg πŸ™‚

    dpt beasiswa ke belanda, keren ya *ngiler*

    1. owkay … kalo ada yang berminat dengan bahasa itu ….
      Iya nih udah ga sabar pengen cerita2 tentang kuliah di sana, meski pasti pada awalnya aku akan homesick beratz ….

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s