Museumjaarkaart

Waw … kartu yang menyenangkan!!

Kemarin, saat menuliskan tentang Mauritshuis, aku sebel karena harga tiket masuknya mahal sekali. Hari ini, aku membaca Europe in a Shoestring secara lebih teliti, dan aku menemukan informasi menarik! Kita bisa membeli Kartu Pass Museum, atau Museumjaarkaart, untuk mendapatkan akses masuk ke lebih dari 400 museum di Belanda. Masa berlakunya 1 tahun! Tidak perlu lagi membayar tiket masuk untuk masing-masing museum. Waw, aku senang sekali membayangkan berapa banyak museum yang bisa kukunjungi … dengan ongkos yang minimal! Lebih hemat lagi karena aku berusia di bawah 25 tahun! Waw, aku beruntung sekali! Kartu ini dijual seharga 39,95 Euro untuk dewasa, dan 19,95 Euro untuk pemuda di bawah usia 25 tahun. Sungguh menggiurkan, aku tergoda untuk mengunjungi semua museum itu … selama aku belum bosan, okay?

Selain kartu diskon museum, ada juga kartu diskon untuk transportasi. Mevrouw Fini (ngga tau nulis namanya gimana, dia guru kursus Bahasa Belanda-ku) bilang, banyak kartu korting untuk transportasi. Satu kartu bisa dipakai untuk naik tram, metro, dan bis. Kemarin dia memperlihatkan kartu-kartu itu. Dan, aku sebel karena naik kereta tuh mahal sekali 😦 . Kabar baiknya, di Belanda tuh alat transportasi yang paling umum adalah … jreng jreng jreng … sepeda! (Eh tau ngga sih, bahasa Belandanya Sepeda tu Fiets loh, agak-agak mirip basa Jawa: Pit πŸ˜› ). Lumayan senenglah aku … yang sering baca blog aku pasti udah tau kalo sepeda itu kan “gue banget” πŸ˜€

Nah, sekarang aku ingin cari informasi kartu-kartu diskon lain …. Semakin banyak kartu diskon yang bisa kugunakan, semakin bahagialah aku πŸ™‚ Ya, karena di sana jatahku cuma 950 Euro sebulan (gatau deh, cukup enggak ya …). Gini-gini kan aku pengen mengumpulkan uang untuk mencicipi naik Eurostar! ehhehee.

NB: Tau ngga sih, di buku Europe in a Shoestring, ditulis begini: “In 1949, Indonesia won independence” … *rolling eyes*

Advertisements

Author: nadya

on-going tensions between ready-made values and uncharted territory

6 thoughts

  1. Jempol untuk kartu-kartu diskon! Manfaatkan sebaik-baiknya dalam waktumu yang relatif singkat di sana. Oya, Tante Kim bertanya: dengan siapa saja nanti Nadya pergi ke Den Haag? Ada mahasiswa Indonesia lain bersama Nadya?

    1. Yaps … bisa menghemat banyak tuh πŸ˜€
      Oiya, ada mahasiswa lain, Arina … dia akan melanjutkan kuliah di Maastricht, dia dulu teman sekelasku di SMA.
      Aku berangkat bersama dia dari Yogyakarta sampai Schipol.
      Di Schipol, Arina dijemput oleh Airlangga Adi (itu yang komen di atas Om Yuno), diantar ke Maastricht.
      Aku sendiri ke Den Haag, ke Student Housing yang sudah disediakan universitas, belum ada kepastian tentang penjemput. Kemungkinan naik transportasi umum, hehehe πŸ™‚
      Salam untuk Tante Kim ya! Hugs and Kisses :-*

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s