Europe on a Shoestring

Hai! Aku udah beli buku “Europe on a Shoestring” di Boomerang, toko buku bekas di daerah Sosrowijayan. Buku ini berisi petunjuk tempat-tempat di Eropa, mulai dari tempat menginap, tempat makan, tempat yang patut dikunjungi, sampai transportasi. Lalu, karena ini adalah edisi “On a Shoestring”, buku ini lebih khusus ditujukan bagi pelancong yang tidak punya banyak uang.

Aku sempet ragu, beli ngga yaaa …?! Maklumlah, buat ukuran kantongku, harga ni buku mahal … Rp 120.000,00. Eh ternyata ada bule yang bisa diajak ngobrol. Namanya Stephanie, dia orang Prancis (buat yang pengen ngecengin or ngajak kenalan, tenang dulu … santai bro! Dia udah tuwir koq πŸ˜› ). Kata si Stephanie, buku ini sudah murah sekali. Kalau beli aslinya, bisa seharga empat kali lipat … atau minimal, dua kali lipat kalau seken juga. Lagipula buku ini lengkap sekali, informasinya pasti berguna (eh tapi tebal dan berat nih, males kan bawa-bawa buku petunjuk jalan yang berat). Akhirnya, setelah kami ngobrol panjang (bule kurang kerjaan kali ya πŸ˜› ), aku beli aja buku ini. Pikirku, sebelum dibeli orang. Kata Stephanie, buku ini bisa dipakai seumur hidup karena informasi tentang Eropa tidak akan banyak berubah (kecuali kalo Asia atau Afrika).

Anggap aja ini investasi. Sebenarnya aku agak khawatir, jangan-jangan berjalan-jalan ke negeri tetangga akan mengganggu studiku di Den Haag. Tapi, kata Stephanie, aku HARUS berjalan-jalan. Paling tidak sebulan sekali. Karena, aku pasti perlu suasana baru, sayang kalo ngga jalan-jalan, gitu provokasi-nya. Dia juga memberikan alamat rumah dan alamat e-mail supaya aku berkunjung ke rumahnya di Provence. (Apa?!?!?! Provence? Itu tempat tinggal yang indah banget, sangat sangat sangat fancy …. Ih BETE BANGET dah, dulu kan aku diterima juga di Aix-en-Provence tapi ga dapet beasiswanya. Ya udahlah, minimal bisa berkunjung ke rumah Stephanie).

Oke, jadi mulai hari ini, aku akan aktifin fitur “schedule” blog ini, mengisinya dengan gambar-gambar tempat menarik di Den Haag sesuai “petunjuk” buku Lonely Planet. Cuman gambar-gambar yang aku temuin di internet doang sih, tapi tetep … selamat menikmati!

πŸ˜€

Advertisements

Author: nadya

on-going tensions between ready-made values and uncharted territory

10 thoughts

      1. Itulah yang Om katakan pada Papa. Sayang sekali. Om sedih..:(
        Salam rindu. Tante Kim titip salam.

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s