Anarkisme (5 – Tamat)

Sambungan … bagian terakhir. (kalo yang ini aku buang 3 paragraf karena bosok sekali šŸ˜¦ )

“Anarchism is, essentially, a revolt against capitalism.” [FAQ on Anarchism section B]

Pemikiran mengenai anarkisme timbul bersamaan dengan terjadinya pemisahan antara kepemilikan publik (milik negara) dengan kepemilikan privat (milik pribadi). Namun, anarkisme selaku gerakan politik mulai muncul dan meluas seiring lahirnya bentuk-bentuk negara-bangsa modern dan akumulasi kapital.

Anarkisme berdasarkan prinsip sukarela, solidaritas, dan aksi langsung. Just do it, lakukan saja, anarkisme tidak hanya dibicarakan, melainkan harus dilakukan secara langsung. Anarkisme menolak segala bentuk hierarki dan otoritas, termasuk negara maupun kapitalisme. Kedaulatan adalah di tangan rakyat, sehingga komunitas rakyat dapat menyelenggarakan kepentingannya sendiri, tanpa harus tergantung pada negara, pasar, ataupun lembaga-lembaga otoritatif lainnya. Sebagian kalangan menyebutnya sebagai ‘demokrasi radikal’ yang diartikan sebagai demokrasi yang sejati, demokrasi sampai akar-akarnya. Ini menunjukkan bahwa anarkisme adalah perwujudan kedaulatan rakyat yang sesungguhnya.

Peristiwa Seattle yang menghabisi pertemuan World Economic Forum sering disebut-sebut sebagai contoh kontemporer keberhasilan anarkisme. Di Indonesia, contoh yang saya dapatkan adalah di Kalibening, Salatiga. Di sana masyarakatnya menyelenggarakan sekolah terbuka lewat Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah, tidak perlu lagi ada anak putus sekolah arena ketergantungan masyarakat terhadap negara ataupun pasar. Komunitas ini juga sedang melebarkan sayap melalui penyediaan kebutuhan masyarakat secara swadaya. Semakin banyaknya komunitas semacam ini akan menyelesaikan permasalahan masyarakat melalui aksi langsung. Mungkin penyelesaian ini bersifat sporadis dan terpotong, namun paling tidak masih dalam genggaman rakyat ada masalah yang bisa diselesaikan, yang akan membesar seiring dengan keberhasilan-keberhasilan yang diraihnya. Mana yang lebih baik, kekuasaan yang tersebar atau kekuasaan yang terpusat namun yang berkuasa segelintir orang dan sebagian besar lainnya tidak berkuasa sama sekali? Mungkin ini yang dimaksudkan oleh Michel Foucault lewat ungkapannya kekuasaan tidak bersifat terpusat melainkan menyebar, terejawantah dalam segenap relasi sosial.

Akhir kata, arti penting anarkisme bukanlah sekedar sebagai cita-cita, namun lebih dari itu ia adalah sebentuk etik perlawanan.

Advertisements

5 thoughts on “Anarkisme (5 – Tamat)

    • aksi FPI yang mana mbak? kalo pembakaran ya pembakaran, kalo perusakan ya perusakan … gitu ….
      anarki/anarkis/anarkisme tidak sama dengan kerusuhan.
      Salam šŸ™‚

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s