Anarkisme (2)

Sambungan …. (sama, males mengedit juga meski buruk sekali 😦 )

Problematika Pembentukan Negara Dunia Ketiga

Karakteristik khas negara dunia ketiga harus selalu digaris-bawahi dalam setiap kajiannya. Banyak pembacaan terhadapnya yang akan luput jika tidak disesuaikan dengan konteks kekhasan tersebut, yang menyebabkan analisis yang dilakukan menjadi jauh dari kategori memadai.

Konsep Negara Dunia Ketiga itu sendiri muncul untuk menunjukkan suatu kesatuan yang membedakannya dari Negara Dunia Pertama maupun Negara Dunia Kedua. Merujuk pada masa Perang Dingin, Negara Dunia Pertama adalah negara-negara kapitalis Barat sedangkan Negara Dunia Kedia adalah negara-negara komunis Soviet atau Eropa Timur. Keduanya berebut pengaruh dan berlomba-lomba menyebarkan paham yang dianutnya kepada Negara Dunia Ketiga yang belum terlibat. Sekarang konsepsi tersebut cenderung dipergunakan untuk menunjuk pada negara-negara dengan keterbelakangan ekonomi akibat penjajahan (Haynes, 2001).

Untuk merunut mengenai latar belakang permasalahan yang dihadapi Negara Dunia Ketiga, perlu diingat bahwa bahkan wujud negara-bangsa dalam Negara Dunia Ketiga itu sendiri merupakan bentukan yang belum selesai. Berbeda dengan Negara Dunia Pertama, Negara Dunia Ketiga terbentuk berdasarkan warisan kolonial. Elit-elit pemimpin Negara Dunia Ketiga memproklamasikan kemerdekaan terhadap penjajahan, dan voila!, negara-bangsa dunia ketiga tersebut berdiri, lengkap dengan wilayah maupun struktur masyarakat yang tidak mengalami perubahan dari masa penjajahan. Faktor eksternal lebih berperan sehingga proses pergulatan internal dalam mempersatukannya menjadi hal yang dinomorduakan. Hal ini berujung pada ketegangan dalam negeri dan disintegrasi yang menjadi ancaman rawan.

Benedict Anderson menawarkan konsep ‘komunitas terbayang’ yang menyatakan bahwa hal yang menyatukan suatu negara-bangsa – utamanya negara bangsa yang terbentuk akibat penjajahan – tak lebih dari sesuatu yang ‘dibayangkan’, misalnya kesamaan nenek moyang, latar belakang historis, perasaan senasib sepenanggungan, persaudaraan, dan kesamaan tujuan.

Di sisi lain, identitas bersama Negara Dunia Ketiga bukanlah sesuatu yang bisa diandalkan. Identitas itu sendiri melewati serangkaian proses penerimaan dan penolakan, sehingga identitas yang ‘asli’ menurut paham esensialisme menjadi perlu dipertanyakan. Keaslian identitas yang menjadi landasan kebersamaan hanyalah suatu klaim yang sukar dibuktikan. Terlebih, Negara Dunia Ketiga sebagai kesatuan poskolonial memiliki luka atau trauma penjajahan yang terus ikut serta dalam setiap proses pembentukan jati diri kebangsaan. Menurut Leela Gandhi, negara-bangsa poskolonial cenderung berusaha lepas dari luka tersebut dengan mengupayakan sebentuk diskontinuitas terhadap masa lalu yang menyakitkan itu. Hal ini menyuburkan tumbuhnya amnesia sejarah yang menjadikan masyarakat tercerabut dan tidak pernah bisa kembali pada identitasnya semula, yakni identitas sebelum mengalami penjajahan. Sedemikian besar pengaruh penjajahan, sehingga mempengaruhi pola pikir, pola penghayatan hidup serta pola perilaku masyarakat poskolonial. Negara-bangsa yang terbentuk pun seolah mengalami krisis identitas atau krisis percaya diri, tidak memiliki pegangan yang jelas sehingga mudah digoyahkan dan diombang-ambingkan oleh relasi ketergantungan.

Terlepas dari itu semua, bentuk Negara Dunia Ketiga sebagian besar terus berdiri. Saya percaya hal ini disebabkan adanya kepentingan-kepentingan yang dilayani dan diuntungkan oleh keberadaannya. Tidak mungkin suatu lembaga sosial bisa muncul begitu saja – apalagi bertahan – tanpa ada kepentingan yang diuntungkan olehnya. Kepentingan yang diuntungkan itulah yang akan senantiasa berusaha mati-matian menjaga berlangsungnya lembaga sosial tersebut.

Dalam hal ini, bagaimanakah jalan atau cara yang dilakukan suatu bentuk negara-bangsa agar terus bertahan?

Advertisements

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s