sepeda pintar

naik sepeda: olahraga, murah meriah, bisa sambil mengamati sekitar, enteng dan terkendali. juga, entah ini cuma fantasiku apa gimana, kayaknya aku terlihat lebih cute di atas sepeda (howek).

orang bilang, karena aku di yogya maka masih bisa bersepeda. di kota besar, naik sepeda di jalan raya sama artinya dengan cari mati. masa siiyh? gimana kalo sepedanya sepeda pintar, seperti ini?

itu gambar “roda kopenhagen” atau the copenhagen wheel, hasil penemuan anak-anak MIT. Roda ini dipresentasikan di Konferensi Perubahan Iklim (COP 15) yang sedang berlangsung.

roda sepeda ini “pintar”, karena dia bisa mengubah energi yang kita pake untuk nge-rem menjadi cadangan listrik untuk menjalankan sepeda ini tanpa dikayuh. menarik kan? mekanisme ini disebut KERS (kinetic energy recovery system).

sepeda ini juga memiliki sensor, yang bisa mengukur kecepatan sepeda, arah, jarak yang ditempuh, level polusi, dan jarak kendaraan lain yang berada di dekat sepeda kita. info-info ini bakal dikirim via bluetooth langsung ke iPhone pengendara. iPhone ini bisa ditaruh di handlebars biar bisa ditengok2 pas naik sepeda. (lha kalo ga punya iPhone? menurutku bluetooth n iPhone ini ga terlalu penting deh, malah cenderung bikin celaka, ntar …. dikit2 liat ke iPhone saat bersepeda. bahaya kan.)

sepeda pintar kayak gini, jelas dicurigai mahal punya, meski tampilannya biasa aja. biar ngga dicuri, sepeda ini punya “smart lock” yang akan mengirimkan sms ke hp kamu jika ada yang berusaha mencuri sepeda ini.

rencananya, sepeda ini akan diproduksi tahun depan. harganya setara dengan sepeda listrik biasa. orang bisa mengaku cinta lingkungan, modern, sekaligus terlihat seperti orang kaya dengan properti yang satu ini. di kota kopenhagen, denmark, roda pintar ini akan di-instal ke seluruh sepeda dan diatur sebagai moda transportasi pengganti mobil. tujuannya, agar kopenhagen menjadi kota pertama yang bebas-karbon pada 2025.

sepeda listrik emang hemat energi, bisa dikendarai tanpa dikayuh. sayangnya, sepeda jenis ini harus di-charge. ketika cadangan listriknya habis, ya sama aja kayak sepeda manual yang harus dikayuh.

memang sepeda ini belum sempurna. bahkan, belum revolusioner2 amat. seringkali, untuk mengurangi polusi udara dari kendaraan bermotor, orang harus menambah polusi udara dari bau badan. ya, kan naik sepeda bikin berkeringat deras, geetoo. nah, untuk mengatasi itu, lebih menarik lagi, kalo energi yang dipake untuk ngayuh bisa diubah dan disimpan jadi cadangan listrik sepeda.

betapa menyenangkan kalo kita bisa mengayuh sambil nge-charge batre sepeda …. sebagai ilustrasi, ruteku sehari-hariku: berangkat dari gunung ke kota, pulang dari kota ke gunung. untuk berangkat aku bisa menggunakan menggunakan energi alam atau topografis (karena jalanan yang menurun, sepedaku melaju tanpa perlu aku kayuh). sambil meluncur itu, sepedaku otomatis nge-charge, energi listrik untuk dipakai nanti-nanti. lalu, pulangnya, hopefully bisa menggunakan energi listrik yang udah tersimpan untuk menggerakkan sepeda pulang ke rumah ….

ga perlu ngayuh. wuih, kalo itu bisa terjadi, mantap. selamat tinggal banjir keringat! selamat datang bebas polusi (baca: polusi udara + polusi bau badan :P)

Advertisements

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s