hidup rasa karamel

memang lebih menyenangkan hidup seperti ini. dalam keramaian karnaval, aroma panekuk hangat dan kue wafel (dengan taburan gula halus) menguar di udara. sementara itu, kertas hias kelap-kelip beterbangan dari trompet, jatuh di jalan raya, di rambut, di sungai. aku melompat-lompat dengan sepatu kets pemberian sahabatku, ingin menghirup momen ini sebanyak-banyaknya, merekamnya menjadi kenangan klasik untuk selamanya.

hmmmm, nikmat!

begitu nikmatnya hingga terasa menyakitkan, karena tak ingin semua ini berakhir sampai kapanpun.

Advertisements

Author: nadya

on-going tensions between ready-made values and uncharted territory

27 thoughts

  1. jadi ingat ost laskar pelangi yang sahabat kecil

    bersamamu kuhabiskan waktu
    senang bisa mengenal dirimu
    rasanya semua begitu sempurna
    sayang untuk mengakhirinya
    janganlah berganti
    tetaplah seperti ini…

  2. hah… kamu menggambarkan keramaian dan kehangatan dengan sebuah karnaval… pas.
    pas buat saya yang sedang merasa kesepian ini…

    nadya apa kabar?
    where have you been?
    nggak pernah nongol di YM lagi…

    🙂

    1. ah tengkyu … hehehe … iya aku kangen ngeblog kalo pas kesepian n ga ada teman chat, tapi blom sempet2, tenggelam dalam kerjaan (haah gayaaa)

      kabar baik, sehat, kamu pa kabar?

  3. Km bnar Nad,rasanya tk ingn branjak jk sdh brada d tngah2 knangn indh. Aq suka caramu mnggmbrkn satu suasana,fresh,sprt yg prnh q tulis d komen

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s