fracture (anthony hopkins)

barusan nonton film fracture. omigot, gile, aku masih memikirkannya sampai sekarang.

ryan gosling beradu akting dengan anthony hopkins. sebelum berangkat ngeblog ini, aku membenamkan kepala dalam-dalam di bantal, tidur-tiduran dalam posisi menelungkup. sepertinya aku harus memaksa “faktor eksternal” (antara lain bantal itu) untuk menahan nafasku. aku tegang dan masih memikirkan film yang barusan kutonton. tiba-tiba, tawaku meledak tak tertahankan. aku merasa geli, sial … betapa terkutuknya aku, seorang anggota “generasi muda zaman sekarang”, tapi kok nge-fans-nya sama anthony hopkins. entah kenapa hal itu membuatku merasa geli sendiri. aku jadi berasa tua, jadul dan ketinggalan jaman. bahkan aku curiga seleraku dianggap tak wajar oleh teman-temanku, masalahnya aku udah sering di-ece-ece ma temen2ku tentang “seleraku” (baca: kok aku sukanya ma cowok yang tua2 …) hehehe …. šŸ˜›

masalahnya, mo gimana lagi? kalo ada istilah akting “berkelas”, susah bagiku untuk merasa puas dengan melontarkan komentar “akting anthony hopkins berkelas”. ungkapan itu masih jauh dari cukup. yang benar: akting anthony hopkins selalu membuatku TERCENGANG. serius.

tak salah jika aku mengidentikkan anthony hopkins dengan film bagus. human stain sekalipun, aku tak terlalu menyukainya, tapi itu tetap bagus menurutku. kalau aku pikir-pikir, yang membuatku terikat secara emosional dengan seorang anthony hopkins adalah keputusannya untuk selalu memilih bermain di film-film yang berkesan buatku. film-filmnya bukan jenis yang mudah dilupakan. juga, tiap kali ditonton ulang, aku pribadi tetap berkenan, tidak merasa membuang waktu apalagi berkeberatan. setiap pengalaman menonton filmnya merupakan petualangan yang menawan sejak awal sampai tamat film.

demikian pula dengan fracture yang barusan kutonton. mengingat lawan mainnya adalah ryan gosling, aku menduga film ini belum terlalu lawas. dan ternyata anthony hopkins masih belum kehilangan “kelas”-nya. meski dia tua, gendut, botak, dan bersandingan dengan ryan gosling yang masih segar, muda lagi tampan (plus sexy), aku tak bisa menahan diri untuk tetap menyampaikan rasa cintaku pada anthony hopkins seorang. duhai, ini gila …. šŸ˜‰

tentang filmnya sendiri, biasanya yang menjadi masalah saat aku memutuskan untuk menulis tentang film atau buku adalah: aku khawatir membocorkan ceritanya. aku belum menemukan teknik untuk mengatasi kemungkinan spoiler ini. bila teman-teman memperhatikan postingku dulu tentang burung-burung manyar, aku malah menghilangkan ceritanya. aneh ya. padahal kata kunci untuk burung-burung manyar itu adalah anak tangsi, dan anehnya aku sengaja tidak memakai kata-kata itu sama sekali.
***
bersambung ….
(biar ga terlalu panjang)

Advertisements

Author: nadya

on-going tensions between ready-made values and uncharted territory

4 thoughts

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s