tangan ranting

dalam rangka menyambut (cieilah …) hakuba yang mulai sering berkunjung kemari, saya ingin “berceloteh” tentang keanehan-keanehan saya. hakuba adalah sobat saya sejak kuliah. kami mempunyai satu keanehan yang sama (menurut saya), yaitu tangan ranting. tau ga tangan ranting? itu tuh tangan orang kerempeng, bagai tulang tak berdaging. seperti ranting kan, setiap saat bisa dipatahkan (kedjam …) 😛

dengan berat badan yang lebih kecil daripada saya, seharusnya hakuba memiliki tangan ranting yang lebih kecil pula, namun kenyataannya tangan rantingnya sedikit lebih besar daripada saya. tapi sama-sama berbulu sih (hahah :-P).

saya selalu merasa tangan ranting ini menakutkan. bentuknya, juga kekuatannya. keluarga saya sudah paling tahu mengenai keanehan tangan ranting saya. adik bungsu saya, fadel, sering menjerit-jerit tatkala saya “meluruskan” tangan, karena tangan saya bengkok. seram, katanya. kemudian dia memaksa untuk meluruskannya sampai benar-benar lurus, tapi mau bagaimana lagi, memang kenyataannya diciptakan seperti ini. memang lurusnya tangan saya ya tetap bengkok *pasrah mode: on*

kedua, tangan saya kecil tapi kekuatannya tak terduga. kekuatan merusak. haha, tangan saya tangan perusak. dari benda-benda sederhana sampai menjebol tembok. padahal saya tidak pake tenaga lhoch *kalem*.

aneh ya. padahal tangan saya, saking kecilnya, sering mendapat “penghinaan”, ngangkat bolpen aja paling ga kuat. gitu katanya. katanya saya harus beralih ke alat tulis primitif semacam pena bulu, hahaha 😛 ternyata, yah belum tau aja, udah banyak lhoch korban dari tangan yang sering menimbulkan komentar ini. tapi saya ga inget semua sih, saking udah biasa terjadi ….

nih, saya ceritain yach korban-korban tangan ranting saya.

gelas. beberapa kali saya memegang gelas, biasa aja, sumprit deh saya megangnya biasa aja ga mencengkeram atau apa. tau-tau … begitu saya pegang, gelas itu pecah di tangan saya, begitu saja. keluarga saya melotot, lebih karena heran. lama-lama mereka sudah bisa bilang, “tangannya nadya, ckckckck ….” dengan raut muka prihatin.

knop pintu. beberapa kali pula saya terkunci atau merusakkan knop pintu. padahal saya kalo nutup pintu pelan-pelan lhoch. beneran. emang dasar si tangan ranting.

jendela. suatu hari saya membuka jendela seperti biasa. tenang, kalem. tau-tau jendela itu copot, jatuh dan tersangkut di bawah, kacanya pecah jatuh berhamburan. jadi, orang-orang di bawah seperti menonton hujan kaca (serem yak). saya jadi bingung dan memandangi tangan ranting saya. perasaan tadi ngebuka jendela cuma pake jari, dan lemeesss banget, kok bisa sampe copot tu jendela?

tembok. mungkin ini yang paling parah. sewaktu malam perpisahan kkn, di dusun randusari klaten, kami menyelenggarakan pentas seni di lapangan bulutangkis indoor randusari. wah, udah deh, rame n meriah banget pokoknya. ada panggung, band, penyanyi. buanyak penonton. saya seksi perlengkapan. teman saya dari seksi dokumentasi mendatangi saya di bagian perlengkapan dan minta tolong kameranya di-charge.

blep. yang ada malah mati lampu, seluruh desa. gara-garanya, saat saya memasukkan kabel charger ke cop-copan, bukannya ke-charge tuh kamera, malah temboknya jebol bol. padahal saya cuma biasa aja, pelan-pelan tuh masukin kabel ke cop-copan. kok bisa sampe jebol ya temboknya. jebol berkeping-keping mau runtuh. bingung juga gimana bisa begitu. cop-copan n kabel copot, kebawa ma tangan ranting saya. sementara orang-orang di tempat pentas seni udah pada jejeritan karena mati lampu ….

kacau deh.
padahal ga bertenaga lho. suwer dech.

nb: btw, kalian tau ga, menurut saya bagian tubuh manusia yang paling sulit digambar tuh tangan lhoch. telapaknya. sangat artistik sekaligus dinamis. saya juga sering menilai laki-laki (kesan pertama) dari tangannya, jari, kuku, gitu dech. hahahaha 😛

Advertisements

10 thoughts on “tangan ranting

  1. hah…kata temenku, tanganku lentik katanya…
    lah dia liatnya pas maen gitar sih… bukan pas nyari rumput…

    eh kalo lentik, artinya apa ya nad??

  2. Nadya, sebaiknya kamu segera memeriksakan tanganmu pada Dr. Mohinder Suresh. Boleh jadi kamu memiliki superhuman strength, mungkin seperti Niki/Jessica Sanders.

  3. Kak Nadya….aku kan sebagai adikmu…waktu aku lihat tuh kok tanganmu kayak mau ‘thoklek’
    Kak Nadya jangan ngece aku njerat-njerit kaya gitu… sebenernya aku juga hampir bisa lho.. tapi gimana ya …serem..

    Kamu jangan ngelakuin hal itu lagi deeeeh… jangan membuat adikmu yang kecil ini takut…

    Aku pernah lho punya hal kaya gitu… magic hand….
    aku pernah cuma ngrangkul temen ku … eeeh jatuh …
    aku pernah cuma naruh pulpen di atas kertas .. siap-siap menulis…. malah isinya ambrol-brojol meloncat entah kemana

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s