espresso book machine

masi inget Ts’ai Lun, penemu kertas zaman dinasti Tang? coba diklik deh, di situ ada cara-cara pembuatan kertas pada masa itu, lengkap dengan gambarnya. karena berhasil menemukan cara pembuatan kertas ini, Ts’ai Lun termasuk sepuluh teratas tokoh paling berpengaruh di dunia versi Michael Hart. penemuan kertas menggantikan penggunaan bilah bambu, sutera, papyrus, kulit kambing atau kulit lembu untuk dokumentasi.

setelah kertas, penemuan lain yang dianggap revolusioner dalam bidang dokumentasi adalah mesin cetak gutenberg. dengan adanya mesin cetak ini, buku dapat diproduksi secara massal, menjangkau masyarakat luas, dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengetahuan serta kualitas hidup masyarakat.

pada tanggal 29 april 2009 lalu, masyarakat London menyambut hadirnya penemuan baru yang dianggap se-revolusioner mesin cetak gutenberg. nama mesin itu espresso book machine (ebm), sebuah mesin pencetak buku instan. mesin tersebut bisa mencetak satu buku saja, sesuai pilihan konsumen, selayaknya atm buku. terdapat lebih dari satu juta judul buku yang bisa dipilih, termasuk buku-buku langka. tak sampai lima menit, buku tersebut sudah jadi, sudah di-binding, lengkap dengan sampul. wujud buku cetak instan ini sama dengan buku pada umumnya. singkat kata, setelah memilih judul buku di komputer dan membayar sejumlah uang, pembeli bisa mengantongi buku out-of-stock yang diinginkan.

jeff marsh, penemu ebm, mengatakan mesin ini dianggap dapat mengatasi masalah kelambatan cetak dari penerbit, atau kekosongan stok buku. sebelumnya, prototip ebm sudah diujicoba selama satu bulan di new york public library service pada 21 juni 2007. ebm versi beta dipasang di world bank infoshop, washington dc dan bibliotheca alexandrina, alexandria, mesir. pada 2008, ebm dipasang di newsstand, london, untuk keperluan penulis dan perusahaan penerbitan. sekarang, ebm dapat dipergunakan untuk masyarakat umum. ebm ini beroperasi di salah satu cabang toko buku blackwell, di charing cross road, london.

tak hanya dari kolektor buku, antusiasme juga muncul dari lembaga publik seperti perpustakaan, asosiasi ilmuwan, universitas. juga, toko buku independen. semuanya berupaya bersama-sama demi ketersediaan wawasan, hiburan, dan keindahan dalam genggaman masyarakat. khusus toko buku independen, sekaligus berharap setetes rezeki dari tiap item yang dicetak.

lihat video espresso book machine.

lihat gambar:


nah, kalo di indonesia, saya ngebayangin mesin ini juga harus menyesuaikan dengan tabiat masyarakat. selain milih judul buku, dimungkinkan juga memilih bab, atau subbab dari buku tersebut. sehingga, masyarakat bisa beli bab atau subbab yang dibutuhkan saja, tidak seutuhnya. lebih irit, bisa jadi. lebih bagus lagi patungan dengan teman, tetangga, kerabat dan sanak famili, masing-masing membeli satu bab agar secara keseluruhan buku tersebut tetap lengkap. setelah itu, saling bertukar bab atau subbab, baca bergiliran.

orang indonesia kan suka kekeluargaan, persaudaraan, dan maunya irit, ekonomis, efisien kalo beli buku, hehehe ….

diluncurkannya mesin ini menandakan bahwa masih ada keinginan untuk membaca di atas kertas. hal ini berlawanan dengan prediksi pengamat industri buku yang menyatakan tren budaya membaca semakin mengarah pada digunakannya media paperless yang disebut e-reader, misalnya kindle, inter-read cool-er, be-book mini e-reader dan readius pocket e-reader. meski e-reader digembar-gemborkan sebagai media yang ramah lingkungan, modern dan efisien, harga yang tak terjangkau membuat e-reader belum menjadi alternatif yang populer. selain itu, ada sensasi berbeda yang tidak dapat didapatkan dari membaca secara paperless, karena tingkat keterbacaan dokumen elektrik pada layar e-reader masih belum dapat diandalkan jika berada di tempat dengan cahaya matahari yang kuat.

 “inter-read cool-er” yang mengklaim sebagai i-pod-nya e-reader.

well, sekali lagi kita tak tahu masa depan akan seperti apa. kalau kamu, alat apa yang ingin diciptakan?

nb: permadani terbang beneran juga bisa berseliweran lhoch, sekarang aja masih terus disempurnakan 😛

sumber gambar: guardian

Advertisements

3 thoughts on “espresso book machine

  1. alat yang ingin aku ciptakan yaitu mesin yang membuat teh hangat hanya dengan mengedipkan mata di depan mesin itu. Atau mesin yang menyediakan bak mandi air hangat untuk berendam hanya dengan memikirkannya… 😆

    aku juga barusan abis berendam loh… di bak mandi ku yang luas… dengan air yang hangat dan juga terpaan sinar matahari yang berusaha menembus tirai…
    Berendam! 😛

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s