Jiwa Jingga

Negeri mungil berjiwa jingga, apa yang tak bisa dilakukannya? Berlokasi di tanah rendah rawan banjir pemberian alam raya, kincir angin dimaksimalkan untuk mengatasinya. Kedinginan di negeri sendiri, kapal layar diberangkatkan untuk mencari rempah-rempah di negeri yang jauh. Bahkan, bisa dilihat sekarang ini, dalam semangat perkembangan zaman yang “makin cyber aja”, diselenggarakannya Kompetiblog, mengundang partisipasi blogger dalam kompetisi blog dengan hadiah utama yang memikat: summer course di salah satu universitas terbaik di negaranya! Siapa yang tidak ingin? (Saya sih pengen banget … πŸ˜€ ). Negara lain, mana ada yang bikin kompetisi macam beginian, coba?
***

“Tempat ini ialah tempat paling jauh dari Sorga yang hilang,
Sama sekali terselubung dalam damai yang kehilangan terang.
….
Mereka dambakan di daerah yang belum terjamah
Suatu tempat istirah di luasan kosong yang resah.”
Penemuan Hebrida Baru – Jan Jacob Slauerhoff, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Dewan Kesenian Jakarta, Bank Naskah Dewan Kesenian Jakarta, 1976Β 

Dari sajak di atas, saya merasakan pergulatan Slauerhoff, sang penyair Belanda sekaligus pelaut, yang senantiasa merasakan gejolak ingin berlayar, berlayar, dan berlayar. Elemen yang memantik gejolak dalam jiwanya ini terdiri dari dua hal. Pertama, kepedihan di negeri sendiri, yang disebutnya sebagai “tempat paling jauh dari Sorga yang hilang”, serta “terselubung dalam damai yang kehilangan terang”, yang seolah makin menegaskan pemberontakannya terhadap alur kehidupan yang stagnan. Jiwa gelisah ingin melaut, dinyalakan oleh kerinduan terhadap suatu tempat yang baru, yang “belum terjamah”. Ia selalu mengikuti panggilan semangat dalam dirinya untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih sesuai dengan kemauannya, untuk menemukan “tempat istirah di luasan kosong yang resah”, untuk memuaskan spirit yang tak pernah padam meski sering dikecewakan … oleh berbagai tempat yang tak sesuai dengan harapan. Dan, sampai akhir hayatnya, ia tak menyerah … meski tak kunjung menemukan tempat yang dimaksudkan ….

Semangat yang sama dengan si pengelana Slauerhoff itulah yang menurut saya sedang ditularkan kepada para blogger Indonesia melalui Kompetiblog ini. Semangat untuk memiliki angan-angan dan memperjuangkannya tanpa menyerah, meski belum tahu akan seperti apa hasilnya. Semangat untuk melihat dunia luas. Bahkan, semangat untuk, paling tidak, memikirkan konsep global communityΒ yang menjadi tema kompetisi ini, supaya tidak cuma jadi jago kandang atau katak dalam tempurung … πŸ˜›

Global community, mungkin memang tak hanya bisa dimasuki melalui studi di Belanda. Itu bukan satu-satunya jalan. Sebagian orang-orang Indonesia yang memilih studi di negara-negara yang lebih dekat seperti Australia, Singapura, Β Malaysia, atau negara-negara Eropa lain seperti Inggris. Namun, satu hal yang menurut saya penting dalam memilih tempat studi adalah mencoba “mengintip” karakteristik negara tempat studi tersebut, tak hanya memilih universitas saja. Sebab, studi di manapun berarti: tidak hanya belajar matriks-matriks kuliah dan silabus di dalam kelas/universitas saja, melainkan juga menjalani hidup dan belajar dari alam kejiwaan, alam pikiran, budaya masyarakat yang berbeda dan suasana Β (ambience) tempat baru yang notabene bukan kampung halaman kita tersebut. Toh, pada intinya, kita menginginkan tempat terbaik untuk mengembangkan potensi diri, tak hanya secara akademik tapi juga dalam perkembangan kemanusiaan kita. Nah, di sini saya akan berbagi poin-poin keunikan Belanda yang menjadikannya negara yangΒ global community banget.Β 

Pertama, bagi saya, Belanda sangat cocok dengan warna jingga yang menjadi identitasnya. Sepertinya Belanda sangat nge-soul dengan karakter warna jingga yang mencolok atau bisa dikatakan nyentrik, seakan-akan Belanda bagaikan lady rockerΒ karismatik yang tak takut mengemukakan seperti apa jati dirinya dan menyuarakan seperti apa isi lubuk hatinya. Bagi saya, Belanda berspirit adalah “penuh kemungkinan” dan “humanis”. Ini bukan memuji-muji lho, tapi saya rasa Belanda terlalu rebel untuk diatur-atur dalam etos kerja yang menuntut bahkan robotik seperti negara-negara Eropa maju lainnya. Belanda juga maju, namun dalam cara, jalan, dan gayanya sendiri.Β Mungkin kalau kita ingin “meramal” melesatnya perkembangan yang bisa dicapai otak, jiwa, dan tenaga makhluk-bernama-manusia di masa mendatang kita bisa lihat benih-benihnya di Belanda ini. Mana lagi coba, negara yang mengaplikasikan tenaga dancer sebagai pembangkit listrik? Di Belanda, namanya Eco-clubbing. Bayangkan saja, hura-hura clubbing sambil menyelamatkan lingkungan. Sangat manusiawi, bukan πŸ˜€ ? Masalah asmara? Tentu kita tahu, mengesahkan pernikahan yang tak terbatasi sekat-sekat jenis kelamin dapat dilakukan di Belanda. Konon, ini pertanda toleransi mereka yang tinggi. Belum lagi, parlemen Belanda adalah yang pertama memikirkan peraturan agar setiap ibu yang berkeputusan memiliki anak benar-benar mampu merawat anaknya dengan baik. Wedeww, mereka memikirkan warganya bahkan yang sebelum mereka lahir …. Bahkan, sepenuhnya mengakui dunia virtual sebagai bagian dari kehidupan real-nya, pengadilan Belanda adalah yang pertama kali memberikan hukuman terhadap kasus pencurian virtual. Sepertinya, tidak ada yang tak mungkin bagi pikiran-pikiran bandel nan visioner di Belanda.

Kedua, secara pergaulan internasional, Belanda eksis abis. Ia menjadi pusat peradilan internasional di dunia, termasuk Mahkamah Internasional. Ia juga menjadi pusat organisasi-organisasi utama pergerakan berbasis partisipasi masyarakat level dunia seperti Greenpeace. Pergerakan semacam ini Β sudah menunjukkan dirinya sebagai embrio global community, sesama orang-orang yang peduli, bersolidaritas terhadap satu isu dan memperjuangkan bersama-sama. Kurang gaul apa lagi jika kita berkesempatan mereguk wawasan dan berinteraksi di Belanda ini?Β 

Pertanyaan saya adalah, dalam setiap pergaulan biasanya ada yang menjadi pihak yang eksis dan ada juga yang menjadi cecunguk saja. Itu lho, orang-orang yang selalu jadi korban bully. Kita, orang Indonesia ini, ingin jadi pihak yang mana? Sampai kapan kita cuek-cuek saja dalam pergaulan internasional dikenal sebagai pengekspor tenaga kerja pembantu rumah tangga terbesar? Disia-sia pula di luar negeri. Masa’ sih kita tidak geregetan dan kesal dengan posisi sebagai cecunguk dalam pergaulan internasional tersebut. Kapan kita mau mewarnai pergaulan global community itu dengan warna jiwa kita? Studi setinggi-tingginya dan ikuti passion-mu, itu tentu menjadi kuncinya! Semangat ya teman-teman ….

Salam kenal dan terima kasih telah membaca tulisan sederhana ini … πŸ™‚ Tunggu aku di Belandamu!


Advertisements

69 thoughts on “Jiwa Jingga

  1. warnanya nadya mesti jingga ya!! Jingga yang rindu berlayar… hehe.. Mendamba seperti isyarat yang masygul namun nyata… Hehe .
    Setuju dengan ‘penuh kemungkinan’. Namun berharap kemungkinan yang baik2.. Nggak seperti Indonesia yang penuh kemungkinan tapi kemungkinan2nya semua menyesakkan dada

    • rindunya naik pesawat aja deh πŸ˜› hehehe, jadi sedih deh, ah smoga aja dadanya sesak oleh rasa syukur dan bangga …. bukan pedih n getir 😦

  2. dari tulisanmu, saya jg merasakan pergulatan yang sama seperti diraskan Slauerhoff, sebuah gejolak ingin berlayar, berlayar, dan berlayar, jiwa mu jingga banget…seperti belanda…semoga sampai disana… πŸ™‚

      • kalo gw….kayaknya mulai terkontaminasi sama tulisan nadya, jingga juga deh..*wooo ikut2 aja πŸ™‚ *
        pokoknya biar bisa ikutan ke belanda bareng nadya deh…hhhe, btw kok profilnya gak ditampilin nih??? hayo jawab ya… *gantian maksa*

  3. Bulatkan tekad…kumpulkan semangat…semoga bisa menemukan “Suatu tempat istirah di luasan kosong yang resah”….

  4. mendengar kata jingga akan mengingatkan aku akan senja, ya jingga adalah warna senjaku yang aku suka
    senja yang tidak pernah sama di ujung hari2ku
    baik di darat maupun di lautan lepas di salah satu perjalan bahtera hidupku

    namun senja adalah redup menunggu malam
    sedemikian jingga yang menjadikan warna senja itu
    belanda/holland adalah sebuah negri yang redup di telan jaman
    sejak jaman kekaisaran perancis ditambah perang dunia

    namun senja tak pernah sama
    sedemikian jingga yang menjadikan warna senja itu
    belanda/holland adalah sebuah negri yang dinamis yang mencoba menantang paradigma konservatif..terlepas benar atau salah hal itu patut kita akui
    sedinamis teknologi pengairan yang dipuja seantero dunia

    namun belanda dimataku (yang tentu saja subjektif karena sejak kecil aku selalu di dongeng nenek yang bercerita betapa kejam belanda, dan membuat kita sengsara nak)

    belanda di mataku
    adalah seorang kakak yang suka mengganggu mainan adik kecilnya
    mencuri gula2 kami, mencuri hasil2 bumi kami
    (kalaupun mau dibarter dengan tulip, aku nggak bakal mau)
    aku yakin sedikit banyak kekayaan yang dibawa terkandung hasil tanah nenek moyangku
    maka kini akan berteriak lantang ‘ kembalikan’

    jadi menurutku pemaknaan kalimat ini akan terdapat ambigu (aku nggak tahu tulisan secara lengkap) tetapi penafsiran akan dan bakal jadi sesaat dan sepihak

    Tempat ini // ialah tempat paling jauh dari// Sorga// yang hilang

    tempat yang paling jauh dari // sorga yang hilang
    indonesia berada jauh dari belanda (dimana belanda adalah surga yang hilang)

    tempat ini yang paling jauh dari surga //yang hilang
    indonesia jauh dari surga (surga dalam artian belanda juga) yang hilang karena tertelan jarak
    namun masih tersirat kata surga, berarti tempat ini indah , indonesia indah

    terselubung dalam damai yang kehilangan terang..nah terang itu lah yang diambil belanda dari indonesia

    udah ah..malah ngelantur bikin tafsir dan persepsi sendiri..

    apapun belanda
    pasti ada dua sisi kacamata memandang
    bisa sebagai kiblat peradaban modern (nikah sesama dll) atau sebagai pusat dekadensi
    sebagai penjajah atau juga balas budi dengan politik ethicnya
    sebagai negara yang redup dengan sejarahnya namun juga dinamis dengan teknologinya

    nyatanya

    yang nulis juga masih nonton PSV atau ajax dan menikmati total footbalnya belanda
    make lampu kadang ada yg mereknya ‘p******ps’ yg katanya terang terus
    bersekolah di sekolah yang di dirikan oleh belanda di tahun 1920

    kalau ditanya bakalan pergi kemana kalo dapet kesempatan ke eropa
    bakalan langsung teriak ‘ mengikuti rute eurotrip dimana belanda adalah tempat yg tidak boleh dilewatkan, belum ke eropa kalo tidak mampir ke belanda..bener nggak?’

    • febri, komentarmu baguusss banget, makasih ya *hiks hiks terharu*sampe rada2 speechless nich ….

      jadi pengen ngomong “kembalikan, kembalikan, kembalikannn!!!” bener tuh kata pak heri, saatnya mencuri ilmu dari mereka, hmmm ….

      itu, enak ya kalo baca puisi, maknanya bisa personal banget terserah yang baca πŸ˜‰ imajinasi jadi ngembang, asik n seru de …. yang dua sisi kacamata itu juga menarik, kayak kacamata minus, kalo dilihat dari sisi satu bikin lebih jelas tapi kalo dilihat dari sisi yang sebaliknya eh … malah jadi kaburr tuh pandangan πŸ˜›

      btw aku juga suka total football sama cattenaccio (bener ga sih nulisnya πŸ˜› )

      semoga dapet ya kesempatan eurotrip, sekalian b***n m**u (hehehe, amin aja deh feb πŸ˜‰ )

  5. wow, kalimat terakhir benar 2 menginspirasi dan membangkit kan kembali semangat untuk menggantungkan cita2 setinggi langit ,lalu berusaha sekuat tenaga meraihnya πŸ™‚ )

    selain humanis menurutku orang2 belanda tu cerdas2 n lihai,, ( aku baru tau kali ini ada pembangkit listrik tenaga dance,,)
    cukup cerdas juga untuk men devide et impera orang2 indonesia jaman penjajahan dulu,, mungkin karena tantangan alam nya berat membuat orang2 nya berpikir lbh kreatif n outside the box.

    aku pribadi juga pengen banget sekolah di belanda,, konon kata nya ilmu kedokteran di sana berkembang pesat,, banyak pusat2 studi yang keren juga πŸ™‚ )

    nek jadi ke londo,, bantuin aku menyusul mu juga ya mb (nad)

  6. smoga cita-cita ke negeri oranye-nya kesampaian
    dulu mereka bisa mencuri kekayaan alam bangsa kita, waktunya kita “mencuri” ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya dari mereka

    • amin, makasih ya pak heri πŸ™‚ btw kalo saya perhatiin pak heri ini kalo ciri khasnya kalo ngomong dikit aja tapi mengenaaa banget. pas. πŸ™‚

      pengen deh mencuri ilmu sebanyak2nya …. πŸ˜€

  7. amin… pengen kesana juga.. tapi jalan2 sambil motret2 πŸ˜€

    mo nerusin komen yang diatas dari mas febrian:
    “mendengar kata jingga akan mengingatkan aku akan senja…”

    lha…
    mendengar kata senja mengingatkanku juga akan sukab mas..
    berani beraninya dia mengerat senja, dan mengirimnya pada kekasihnya??
    *tiba2 pengen baca SGA lagi*
    πŸ™‚

    • sip deh, ntar abis jalan2 n motret2 trus di-post di blog ya biar saya bisa baca hihihi πŸ™‚ hmm, sukaaa deh ma buku2 sga ….

  8. wah salam kenal jg. saya masih terus bertanya apa hubunganya warna oranye (jingga) dgn Belanda yah? yang saya tahu Willem Van Oranye adalah nama pejuang pembebasan Belanda. adakah hubunganya? —hehehe—

  9. wah…apik, dengan kata-kata yang puitis bisa membuat karangan sepanjang ini. Yang isinya tentang perjuangan pelaut belanda ” Slauerhoff, sang pelaut dan penyair ” yang berusaha mendapatkan tempat istirah yang tak pernah di jamah orang, tempat yang tenang, tenteram dan damai… Semoga negeri jingga nya sukses…Dag

    • waduh makasih ya dek … dedek cayank ….

      kepanjangan ya karangannya? kamu pinter deh bisa ngerti, mmmuuuaaccchhh ….

      smoga sukses ya ulangan hari ini πŸ™‚

      Dag (ikut2an aja nih, hehhhehehe :-P)

      • Ulhar II nya udah di bagi, rata-rata 08,40. Besok mau UUB, dan sebentar lagi aku akan melalui Ujian paling mengerikan…. THB! inilah yang menetukan aku naik ke kelas 5 atau tidak. Doakan ya… semoga aku naik kelas n’ rapot gak ada nilai merah …
        Aku sekarang lagi gak seneng soalnya aku perbandingan nilai dengan temen2 qu agak beda jauh…:-( Tapi aku masih bersyukur masih sukses dengan rata-rata diatas 8,10…
        Nilai Lembar Portofolio n’ tugas kelompok ku.. bagus-bagus aja… diatas 8,20
        Aku jadi rada deg-deg an… Tapi aku yakin, karena di blog-ku sudah ada tips2 mengatasi masalah ini…
        Doain ya…. πŸ˜†

  10. Astaga! Kalo yg ikut kompetisi blog seperti ini semua postingnya, gw alamat kalah!!

    Posting gw hanya jadi pengantar kalo di blog ini *sigh*

    Btw gw berkunjung balik nih. Salam kenal πŸ™‚

    • Astaga, Joe … posting-mu tu bagus lagee … n stands-out soalnya temanya spesifik n unik banget …! gw sukaaa πŸ™‚

      keep writing yaach

      • Jujur itu berantakan sekali. Gw nulis itu H-2 dan kondisi gw stress berat karena mobil gw hilang. Hell!
        Gw belum sempat edit lagi, dan semoga jurinya ngantuk dan milih gw sebagai juaranya :p

      • my sincere condolences 4 u. semoga diberi ketabahan …. kalo bisa juga kembali mobilmu. atau paling ngga dapet hadiah dari kompetiblog ini

  11. Kalo ada kata Belanda aku jadi ingat lagu Belanda favoritku, Geef mij maar nasi goreng.Lagunya lucu Nad πŸ˜€

    Semoga berhasil sampai di sana dan “mencuri ilmu”. Bawain aku oleh-oleh ya Nad…. πŸ˜‰

  12. Hai salam kenal, makasih udah berkunjung ke blogkuh..
    btw, Quotenya itu keren banget…
    Rumput tetangga memang selalu lebih cantik ya ^_^
    ayo jadikan Indonesia lebih baik!! πŸ™‚

    • Salam kenal juga πŸ™‚ tengkyu …. Indah suka puisi ya? Ntar ada yang lain-lain dari Slauerhoff juga ….
      Bener banget, quote-nya itu …. kita di sini pengen ke Belanda, dia di Belanda pengen ke tempat lain (ke Indonesia?)
      Yups, mau … toss dulu! sukses ya Indah πŸ˜‰

  13. Jiwa Oranye yawh..

    Persibo (persatuan Sepak Bola Bojonegoro) ini adalah Club kota saya…

    Mirip2 yawh…makanya saya juga kepengen ke Belanda(alasan ga masuk akal dech)
    :))

  14. ketika orang-orang sudah berangkat dan kembali dari negeri itu (dan akan berangkat lagi!), saya masih harus menyelesaikan strata 1 saya dan menyimpan dulu mimpi itu πŸ™‚

    meskipun selalu, Schiphol, Utrecht, Maastricht dan foto-foto yang dikirim dari sana membuat saya.. *deu, jadi sulit menyusun kata*

    berjuang ya nadi, untuk bagian saya juga πŸ™‚

    • smangaaattt chang’e, kamu percaya ga semua indah pada waktunya? aku ga tau sih, yang penting usaha aja dulu, dilakoni tahap demi tahapnya, en … nikmatin πŸ˜› kadang masa2 berjuang itu justru jadi masa2 yang paling ngangenin
      aku juga sering iri, diam-diam liat poto orang2 di antah berantah eropa gitu πŸ˜›
      sama-sama berjuang ya chang’e …
      xoxo

  15. jingga yang loe ceritain ini….(BELANDA). memangnya kamu mau seperti dulu kalau aku tidak mau…..350 th. Kalau jingga doang gue ini team jingga yg ada di indonesia ada global,ada hiperpala,tagana,jakarta rescu,sampurna rescue dll di BASARNAS semuanya JINGGA kalau bicara jingga gue juga inget PEMBELOT(hengki supit) yang lagunya gue suka ( isi hati,bila engkau ijinkan)….mainan bocah?…

    • justru biar ga seperti dulu (dijajah 350 tahun) itu kita harus membekali diri dengan ilmu, setinggi-tingginya. biar ga gampang diboongin, dikibulin, dibodohin, dipaksa, dipecah belah de el el πŸ™‚

  16. Kaya yg pernah kesana kalau aku belom .Jingga yang loe ceritain ini….(BELANDA). memangnya kamu mau seperti dulu kalau aku tidak mau…..350 th. Kalau jingga doang gue ini team jingga yg ada di indonesia ada global,ada hiperpala,tagana,jakarta rescu,sampurna rescue dll di BASARNAS semuanya JINGGA kalau bicara jingga gue juga inget PEMBELOT(hengki supit) yang lagunya gue suka ( isi hati,bila engkau ijinkan)….mainan bocah?…

    • hay there, tengkyu … wah padahal yang muji ini tulisannya jauh lebih keren …. πŸ˜€
      btw aku pernah baca tempatmu, kupikir masih muda kok udah kerja … kirain adiwena termasuk generasi aksel gitu πŸ˜›

  17. Jiwa jingga…istilah ini sungguh memberi kesan buatku. tapi aku gak bisa cerita di sini tentang kesan itu. i like ur’style…

  18. rendah hati nih? πŸ˜€

    Pernah mampir ke tempat saya? Yakin ngga salah mbak, soalnya saya belum kerja. Masih mahasiswa sampai lulus nanti [yang mudah-mudahan, berarti secepatnya]

    • hmm, trus url yang bener apa donk? belum kerja ya? berarti saya emang salah orang nih …
      semoga lancar segala yang dicita-citakan ….

  19. nad nad, kok aku baru mampir ya? hihihi

    aku suka jaket orange ku, soalnya dia bisa berpadu ke hampir semua bajuku ;p

    semoga dikasih kesempatan wat pergi ke negeri orange ya Nad, amiiin.

    • yups … nyentrik tapi toleran, aneh ya? pernah ngalamin juga dulu punya ransel kuning, cocok juga ma semua baju hehehe …. tengkyu ya, sukses juga buat kamu, smoga lancarrr smuanya πŸ™‚

  20. cool…aku berharap bisa sekolah juga di belanda, kalo bisa sih merampas hak kita kembali huee..hee…sok sok nasionalis banyak looo kekayaan intelektual kita yang diembat sana…kembali untuk bangun negeri chayooo!

    • iya … thx ya udah komen, gimana kita mo maju kalo dirampas mulu … malah, kemaren pas nonton tv, katanya kalo sekarang ga selalu dirampas tapi kita yang menyerahkan dengan suka rela seperti tidak berdaya *geram*

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s