pengakuan

hmmm ….
mengejutkan
syok
saya bahkan tidak tahu bagaimana harus menuliskan ini 
mungkin akan sesingkat mungkin
meski menuliskannya akan butuh waktu lama
dengan berkali-kali jeda untuk menarik nafas dan memejamkan mata
….
saya tak pernah terlalu peduli padanya
mungkin demikian pula ia
tak pernah lebih daripada sekadar teman “say hi”
setelah sekian tahun tidak ada kontak
ia datang ke rumah pada hari ulang tahun saya
menagih traktiran bakso kesukaannya
sekaligus mengundang saya untuk hadir pada hari pernikahannya
kami makan bakso seadanya
semuanya terlihat sehat saja
meski, maaf, kesan saya tak terlalu baik melihatnya
kami bertemu lagi beberapa hari kemudian
di salon tempat teman kami bekerja 
karena saya memaksa dia untuk membersihkan jerawat
beberapa minggu sebelum
hari pernikahan
…yang akhirnya tidak saya hadiri 
justru saya pergi ke bandung 
tanpa pesan
hari ini
kepala sekolah saya 
tumben-tumben menghubungi seperti ada kejadian luar biasa
meminta saya menjenguk teman saya tadi
ternyata dia tak sesehat yang saya duga
… sejak lama
bagaimana bisa saya tidak mengetahui itu
dia menganggap tinggal saya satu-satunya teman yang dia punya
apa salah saya
bagaimana bisa saya tidak menyadari itu
benar-benar tak menduga
anak yang tenang, pendiam, baik-baik, tak pernah terlibat masalah
rupanya memendam segala beban dalam kesesakan jiwa dan himpitan suasana
sendiri
sendiri
sendiri saja
saya pusing mendengarnya
padahal hanya mendengarnya
… tidak mengalami 
sejak kecil harus membantu orang tua
dengan adik-adik yang banyak dan masih kecil-kecil
dan harus menyelesaikan perkuliahan
punya keinginan sangat kuat untuk membantu keluarga …
terbentur oleh jalan, yang belum ada
dan lain sebagainya
dan lain sebagainya
dan dia tidak pernah bilang siapapun tentang apa yang ada dalam batinnya
sekarang semuanya keluar
keluar begitu saja pada siapapun yang ditemui
tak terhentikan
tak jelas
tak teratur apa perkataannya
pak kepala sekolah menghubungi saya karena nama saya disebut-sebutnya
saya tak ingin menceritakan di sini bagaimana pak kepala sekolah bisa bertemu dengan teman saya tadi, dalam peristiwa macam apa ….
saya bingung
tak mengerti
apa yang bisa saya lakukan
saya egois

saya tak menceritakan detail
apa yang terjadi
yang ingin saya katakan hanyalah
jika ada apa-apa yang menggelisahkanmu
berbagilah ….
keluarkan isi benakmu
sudah separah apakah rasa sakit yang diderita hatimu
karena sekian lama kamu tidak mendengarkannya
tak perlu malu mencederai citramu di mata orang-orang
bahwa kamu orang yang tak pernah bermasalah
bahwa kamu baik-baik saja, padahal kenyataannya tidak
karena toh kita semua manusia belaka
saya minta tolong
tak perlu merasa diri sanggup dan kuat dan steril dari kemungkinan ini
kenyataannya semua bisa terjadi ….
saya mohon
sebelum ada lagi yang menjadi seperti teman saya ini ….
friends, doakan kesembuhan bagi teman saya ya …….

nb: dan saya belum menjenguknya 😦

Advertisements

7 thoughts on “pengakuan

  1. hiks.. sedih banget.

    semoga dirinya segera pulih, aamiin…

    semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisahnya. lebih peduli kepada sesama, lebih sumeh mungkin.
    alhamdulillah aku bersyukur kita punya blog untuk cerita apa aja tanpa harus jaim.
    alhamdulillah kita punya teman-teman yang peduli..

    nadya jangan sungkan untuk cerita ya.

    mwah…

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s