from the past: mimpi aneh #1

sori gurlz, ni ceritanya "pelestarian" … dari masa lalu hehehehe. just skip it, okay? 😉

***

Saat aku
bercerita soal teman2 yang mimpi aneh (maksudku bener2 mimpi pas tidur
itu), sebenarnya aku iri. Karena, dalam anggapanku, orang yang
dikaruniai mimpi ketika tidur tuh perasaannya halus, peka gitu lho,
bisa nangkep “getaran2″ alam semesta, demikian kata Pak Tris, guru
Bahasa Jawaku semasa SMP.

Dulu aku termasuk sering mengalami mimpi aneh. Kunikmatin begitu
saja, ngga ngerasa harus ngrumusin penjelasan. Sayangnya, sejak
hari-hari jadi capek banget, mimpi-mimpi itu ngga pernah hinggap lagi.
Kangen juga rasanya.

Ada sih temanku yang bilang dia bisa bikin mimpi. Gila ya, pembuat
mimpi. Itu cuma berlaku bagi dirinya sendiri, ga bisa bikinin mimpi
untuk orang lain. Katanya, cara dia tu gini … dia pikirin sesuatu yang
pengen dia mimpiin, mikirinnya harus terus-terusan sampe subuh, setelah
itu ketika tidur dia akan memimpikan apa yang dia pikirin tadi. Hm,
tapi, apa enaknya sih mimpi sesuatu yang udah kita ketahui sebelumnya?

Konon, kita ga akan pernah tau apa yang kita miliki sampe ngerasain
kehilangan. Emang sih, di dunia yang fana ini (tseileeeehhhh) apa sih
yang bisa kita klaim sebagai milik kita? Tapi, mau gimanapun, di sisi
lain, walau mungkin mimpi-mimpi itu bukan milikku (emang milik siapa?),
jujur, aku ngerasa kehilangan dan ga rela ketika mereka ga pernah lagi
datang barang sebentar. Sensasi kebingungan yang aneh dan melompong,
pikiran ga nyambung, melihat dunia dan hari-hari secara berbeda, dan
sensasi-sensasi lainnya yang kualami setelah mimpi aneh tu bener2
ngangenin.

Semasa remaja, aku pernah berniat mencatat mimpi-mimpi aneh yang
hadir. Abis, kadang-kadang sayang aja kalo hilang dan terlupakan. Meski
(kata orang) itu alam bawah sadar, ga jelas bin absurd-tapi, mungkin
emang dasar akunya yang pendendam, jadi … udah hobi kali ya … apa-apa
maunya disimpan-simpan. Baik atau burukkah ini? Ga tau ya :-D
Mungkin ini merupakan manifestasi dari obsesiku untuk memiliki sesuatu
(siapa tau?). Mungkin juga aku ga pengen jaim, ga malu2 nulis ini
karena terinspirasi ma penelitian seorang anak Sorong Papua tentang
chaos (lho apa hubungannya ya). Acak abissss …

Tentang order dan chaos, terkadang aku lelah dengan cara berpikir
kuliahan, ilmiah dll, harus tertata, ada penjelasan yang logis,
argumentatif, kalo bisa empirik, “benar” dan bla bla bla (ngomongnya
aja cape niy, hahahaa). Judulnya “kesombongan ilmu pengetahuan” tuh
kkekekekee. Hmmm, maaf ya hai mimpi-mimpi anehku, kalian kuperlakukan
-salah satunya- sebagai oasis di tengah kegersangan pola pikir (sok)
intelektual *huweeee*.

Oke, mulai aja deh. Akhirnya, kemarin aku mimpi aneh dan ingin kucatat sekarang.

::

berawal dari suara musik. pertunjukan live music tuh. instrumental.
bukan musik klasik. kayaknya semacam fusion gitu. cuma kedengaran
suaranya. mainnya asal tapi keren.

di bawah ada garasi, kecoklatan, gelap, ada dua atau tiga orang
duduk-duduk di kegelapan. kalo diliat dari sosoknya sih salah satunya
ada laki-laki gendut dan gondrong berkaus putih gitu. dia brewok dan
tertawa, matanya jadi sipit (aku ga tau siapa orang itu).

di luar ada hutan-hutan warna coklat. daun-daun gugur di jalan setapak. di dalem garasi, ada mobil model tua berwarna putih.

begitu aku naik pake tangga melingkar yang ada di tengah ruangan,
ternyata di atas itu bentuknya kapal pesiar (aneh ya? kok bisa). live
music masih ada terus. di lantai atas itu udah malem, langit gelap, di
tengah laut, angin kerasa banget.

di tiang-tiang kapal berwarna putih, aku ketemu dua orang teman yang
berusaha senyum terpaksa, tapi, matanya kayak mau nangis (aku kenal
siapa mereka). aku ngomong sama salah satu dari mereka -dia sempet
turun ke kantin di tempat live music itu-, “kemarin aku mimpi ketemu
kamu lho.” aku tuh inget mimpinya, tapi ngga tau apakah yang inget itu
aku yang di mimpi atau aku beneran yang sedang tidur. dan, ngga tau
juga mimpinya tu beneran kemaren atau kemarennya hari mimpi.

lalu aku mikirin mimpi kemarennya itu (nadya di alam mimpi mikirin
mimpi lain). mimpi lainnya tuh, hmmm, kami bertiga (ibuku, aku dan adik
bungsuku) pergi ke tempat fotokopian. ruangannya lowong dan bertembok
biru. bentuk mesin fotokopinya aneh, membulat di ujung-ujungnya.

ternyata mesin fotokopi itu rusak. petugas fotokopi nelpon buat
ngasih tau entah siapa. yang dateng dua temenku itu. ternyata mereka
pemilik usaha fotokopi itu. yang satu langsung bablas ke kamar mandi.
terus, begitu dia keluar, dia benerin mesin fotokopinya.

lalu, adegan kembali ke kapal pesiar di malam hari tadi. live music
ada lagi. temenku yang satu duduk di sofa coklat muda, coklat susu gitu
deh. bentuk sofa itu seperti huruf L. temenku yang satu lagi duduk di
depanku, di bawah tiang-tiang putih, di atas kasur putih berseprei
putih. ada dua kasur berjajar, di antaranya ada jeda yang dipakai untuk
tempat menaruh pantat. temanku itu memasukkan pantatnya di situ lalu
tidur dan berguling ke kanan satu kali, berputar tubuhnya lewat bawah,
lalu berguling lagi (jadi gerakannya tu membentuk satu lingkaran penuh
gitu kayak kambing guling). dia nangis tersedu-sedu, kacamatanya tetep
dipake. temenku yang di sofa rambutnya panjang, pake baju putih. dia
nangis juga, menutup mukanya, membelakangi aku. mereka bertanya,
“katanya mau *sensor-sensor* ya?” lalu yang satu bilang “selamat ya”
(dari tadi aku diem aja blum jawab apa-apa).

tapi mereka nangis terus. aku ngeliatin langit malam yang item. angin malam berhembus kencang dan suara ombak terdengar jelas.

Read and post comments

|

Send to a friend

Advertisements

Author: nadya

on-going tensions between ready-made values and uncharted territory

2 thoughts

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s