Menelanjangi Alih Teknologi

Kalau kita bicara mengenai alih teknologi, maka sesungguhnya kita bicara mengenai importasi teknologi dari negara-negara industri, dalam hal ini negara-negara Barat. Kita tidak mengimpor teknologi dari Papua New Guinea, Bangladesh, Sudan, atau Tanzania. (Todung Mulya Lubis, ‘Alih Teknologi: Antara Harapan dan Kenyataan’, dalam Prisma no. 4, April 1987) Apa jadinya dunia tanpa teknologi? Dalam kehidupan…

daun di atas bantal

"Taik kucing dengan segala aturan yang kau buat!" Potret muram kehidupan jalanan a la Kancil, Heru, dan Sugeng dalam film semi-dokumenter 'Daun di Atas Bantal' selayaknya menjadi tamparan telak bagi sesiapa yang merasa tertampar. Kepada merekalah sang kehidupan tidak perlu merasa malu menampilkan wajah terkejamnya secara telanjang. Saling pukul, saling maki, mencuri, ngelem (menghirup lem…

Pernikahan Kartini

Kami pulang ke Jogja membawa setandan pisang, oleh-oleh langsung dari kebun. Sekali lagi, Irung Petruk atau lajur jalan di Gunung Kidul yang penuh kelok dan naik turun akan kami tempuh. Udara sejuk dan hijau sawah menyegarkan pandangan, mengingatkan kami pada kebaya hijau limau Kartini dan perona matanya yang berwarna senada. *** Gempa Yogyakarta tiga tahun…

telepon seluler

Aku tidak merasa sedih meninggalkan dunia ini. Mereka bukan milikku. Dan aku bukan milik mereka. Kami membutuhkan secara fungsional saja. (Hudan Hidayat dalam cerpen ‘Bunuh Diri: untuk sutardji calzoum bachri’). Seorang teman yang baru pulang dari Norwegia datang membawa cerita. Di sana, pemakaian telepon seluler sangat jarang dijumpai di ruang publik. Benda yang satu itu…

rindu kepada Bung Hatta

Terbayang baktimu, terbayang jasamu Terbayang jelas...jiwa sederhanamu Bernisan bangga, berkapal do’a Dari kami yang merindukan orang Sepertimu... "Hatta", Iwan Fals Berbicara mengenai Bung Hatta adalah membicarakan seorang pemimpin yang dirindukan bangsa Indonesia. Saat ini, negara sedang dirundung masalah namun karakter pemimpin-pemimpin bangsa yang seharusnya berjuang keras menyelesaikan masalah justru enggan melepaskan diri dari jerat korupsi,…

Burung-burung Manyar

Judul: Burung-Burung Manyar Pengarang: Y. B. Mangunwijaya Penerbit: Djambatan Cetakan: II, 1981 Halaman: vi+261 Jujur saja, kali pertama membaca roman 'Burung-burung Manyar' di bangku SMU, aku tidak terkesan. Entah apa penyebabnya. Mungkin saat itu aku tidak membaca dengan sungguh-sungguh. Mungkin juga, perasaanku masih terlalu tumpul untuk menghayatinya. Apalagi, pemikiranku masih terbatas sehingga akalku belum bisa…