pemanasan dan insomnia

baiklah, kuakui, berlagak sebagai seorang penulis itu benar2 tidak menyenangkan. pertama, jam hidupmu tak karuan. kedua, tidurmu sungguh tak tenang (itu pun kalau kau berhasil tidur). ketiga, kau bangun siang malam pun tetap saja tulisan itu tak jadi-jadi karena otakmu kosong. keempat, kau kelaparan tengah malam lalu menenggak sebotol madu yang tersisa dan berharap itu adalah anggur atau obat kuat atau ramuan isi kepala. kelima, kau harus menahan diri dan emosi, dan memijit tuts komputer seperlahan mungkin agar adik bungsumu yang sedang sakit gigi tak terbangun. keenam (hampir saja aku bilang terakhir), terkadang kau seperti diserang nyeri kepala, sesak nafas atau mulas mendadak yang membuat segalanya semakin kacau (ah berlebihan). dan, terakhir, semua upayamu bisa saja terhapuskan dalam sedetik lewat tombol ctrl-a + del dan kau harus mengulangi semua proses itu dari awal lagi. anehnya, dirimu sendirilah yang paling sering menekan tombol kematian itu.

hmm, tak terlalu buruk. dan, itu bahkan bukan penulis beneran.

kalo aku, seharusnya nulis apa eh malah nulis yang lain. kuharap nyamuk di sini bukan jenis ganas. itu saja. karena sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang. sungguh aku rindu dengan peraduan (cieh peraduan), bersama ibu dan adik bungsuku, kadang selimut, bantal, kadang guling kalo kebagian (oh kemewahan … ). tapi, aku tak
bisa tidur. seorang teman pernah mempermasalahkanku dan mengatakan
"knapa sih kamu bingung kalo insomnia? kan bisa kamu isi dengan kegiatan yang produktif."
baiklah, jika ia yang insomnia berhari-hari, atau berbulan-bulan (tau
ga, insomnia tu sepertinya udah jadi fenomena umum koq, kaleee),
kuharap ia tidak bingung, paling-paling udah teler duluan. (bcanda oy ^_^)

insomnia itu, bagiku, adalah, kau sebenarnya ingin tidur tapi tak bisa
tidur. maka pikiranmu terfokus pada usaha tidur, tapi gagal. dan kau
mencoba usaha itu sekali lagi, sekeras mungkin, tapi gagal. lagi, dan
tak henti gagal. kau tak sempat memikirkan atau mengerjakan hal lain
selain bergulat dengan keteganganmu sendiri. persisnya, ketegangan yang
tak jelas. sepertinya malam ini harus kutuntaskan semua karena aku sudah bosan dan muak dengan semua omong kosong ini.
 
nb: kembali ke i love paris, ternyata tak bisa meninggalkannya ;-P masih ingin ke sana

nnb: aku bahkan tak suka kopi! lebih suka minum susu

Read and post comments |
Send to a friend

Advertisements

Author: nadya

on-going tensions between ready-made values and uncharted territory

2 thoughts

  1. Insomnia bukan sesuatu yang aku sesali, tetapi harus disyukuri. Dengan insomnia saya bisa download buku-buku di internet dengan tenang karena semua pada udah pada ngorok semua. Situs kesukaanku Scribd.com. Bisa lihat You Tube nonton berbagai peristiwa di dunia. Bisa berguru sama Profesor Google.co.id. Bisa menyelesaikan berbagai proyek pribadi yang tertunda bertahun-tahun. Dan tidur hanya dari jam 06.00 sampai 09.00 lalu mulai lagi memelototi huruf-huruf di depan Lapy kesayanganku. Minimal udah dua buku aku selesaikan (maklum buku pesanan), semenjak aku terserang insomnia. Tuhan menghadiahi insomnia barangkali agar dapat menyelesaikan berbagai hal yang tertunda mengentaskannya. Dan, bukan sebuah hukuman. I love Insomnia. (Lho ini komentar apa curhat sih ? Luweh)

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s