all the pretty horses

entah kenapa aku sukaaa sekali film ini. padahal ini film udah cukup jadul lhoch. paling suka pas adegan John Grady Cole (koboi tokoh utama) bilang gini:

kebenaran itu bukan apa yang dikatakan. kebenaran adalah apa yang terjadi.

cole bilang kayak gitu pas diinterogasi sama aparat hukum yang nangkep dia, secara empat mata tepat ke muka si aparat hukum. aparat hukum ini nih nanya2in dia sebagai saksi. gara-garanya, ada kejadian menggemparkan. seorang koboi anak2 yang berasal dari negara yang sama dengan Cole melakukan pencurian kuda dan pembunuhan tokoh masyarakat. lhah, si cole tu bilang anak ini cuma ngambil kuda miliknya. jadi sebenernya yang nyuri tu siapa? nah tapi pak aparat hukum itu bilang kamu bohong bla bla bla yang intinya menyatakan bahwa versi pak aparat hukum itulah yang benar. "saya tidak bohong," kata cole, dan penonton seperti saya pun liat sendiri kejadiannya, bahwa si cole itu mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. tapi, pak aparat hukum bersikeras mempertahankankan versi dia sendiri. saat itulah cole ngomong gitu. ini jadi pukulan netral buat semuanya. bahwa siapapun, mau bilang apapun, kebenaran itu letaknya bukan di situ, tapi di apa yang terjadi, yang mau gimanapun kita ga bisa merekonstruksinya secara persis dan toh tidak semua kejadian direkam or ada saksi, saksi sendiri pun punya kepentingan dan penglihatan yang berbeda-beda dll. jadi kalo ada yang bilang kebenaran itu terletak di kata-katanya, maka kita bisa bilang itu kebenaran versi dia. oleh karena itu aku ngerasa ga terlalu tertarik dengan kata-kata atau orang-orang yang terobsesi dengan kebenaran. sudahlah, orang mo bilang "oke ini bukan kebenaran tapi yang paling mendekati" pun ya bagiku itu versinya dia. hehehe ,,,, trus kamu tu berpegang sama apa nad dalam kehidupan ini? tiba2 koq aku inget ma einstein yang bilang imajinasi lebih berarti dari sekadar ilmu pasti hohoho. dan sesungguhnya ga ada seorangpun yang bisa ngatur apa yang dipikirkan orang lain. so keharusan untuk melakukan upaya-upaya pengendalian demi menjaga pada jalur yang benar menurutku hanya dilakukan oleh pihak-pihak yang merasa terancam.

lanjut ah. aku juga suka film ini karena sepertinya sang sutradara sangat mengerti bagaimana memanjakan alam bawah sadarku dengan imaji-imaji kuda, kuda dan kuda lagi, pemandangan dari atas tebing, padang savana yang sangat luassss dari texas sampai mexico (konon pemilik ranch di meksiko perlu naik pesawat kecil selama seminggu untuk mengelilingi keseluruhan ranch miliknya), juga air sungai yang berkecipak terbelah saat kuda-kuda yang mereka naiki harus menyeberang sungai. mana koboi-koboi pada ketawa seneng gitu hwee aku jadi pengen ikutan di sana dan juga teringat masa kecil bermain di sungai musiman (tapi ga ada kuda, adanya kebo lagi dimandiin) hehee 😛

penokohan dan karakter john grady cole tu menurutku mantap banget. kalo istilah orang jaman sekarang, "believable" kali ya. meski adegan awal film ini rada wagu, tapi mungkin itu perlu dipaksain sebagai motif kenapa cole dan sahabatnya memutuskan menyeberang ke mexico dari texas. dan mungkin juga sebagai latar "pesan pengusik" segi sospol yang bikin film ini tuh jadi bermakna. kalo pengen tau, adegan pembukanya tu dilema keluarga cole saat harus menjual tanah ranch miliknya yang superluas. semacam ketidakrelaan terhadap "kenyataan" a.k.a kekuatan yang melindas-lindas: bahwa "jaman sekarang tu udah ga ada lagi koboi di texas, orang tu mati kalo ga jual ranch-nya." (zaman industrialisasi so ranch-ranch mo dibikin pabrik). lalu bagaimana dengan kuda-kuda itu? lha itu …. sebuah latar yang mengusikku juga. karena aku suka banget kuda, meski ga sampe kayak jimbron. maksudku mengusik tuh aku juga jadi bete dengan pihak yang membuat ranch itu harus dijual dan ga mikirin kepentingan kuda-kuda yang bagus-bagus itu ….

ada latar tentang perempuan juga sih, kayaknya di sini perempuan digambarkan sebagai sosok-sosok yang powerful, berkuasa, mengambil keputusan sendiri dll gitu deh. tapi di balik semua "kekuatan" mereka itu, tersirat sebuah upaya pertahanan diri, semacam kemarahan dan ketidakrelaan terhadap penderitaan yang mereka tanggung a.k.a mereka terpaksa merana hanya karena mereka perempuan. aku ga inget persis sih, ni film setting-nya tahun berapa. yang jelas aku jadi nangkep gini, kayaknya film ini tu semacam bilang bahwa hei kalo kaum perempuannya ga bahagia, menderita, maka seluruhnya merana, laki-laki dan perempuan. maka itu, janganlah sewenang-wenang pada perempuan karena perempuan punya kekuatan yang belum dikeluarkan dan tak terbayangkan olehmu ….

contoh-contoh kejadiannya nih, yang ambil keputusan tentang jual tanah tu pihak perempuan, dan suami yang telah diceraikannya (ayahnya cole) ga bisa bilang apa-apa lagi. trus saat cole kerja di ranch mexico dia suka-sukaan dengan anak pemilih ranch. keliatan koq kalo dua-duanya suka, so perempuan dalam hal ini juga mengambil keputusan, ga cuma jadi korban aja, misal harus dijodohkan. dan kekuatan cinta perempuan ini juga bikin dia jadi berani lhoch, berani membangkang dan bandel gitu dech, meski situasi mereka ga memungkinkan mereka bersatu (hiks hiks hiks). dan di sisi lain, ada bibi/tante si anak perempuan pemilik ranch ini yang tegas, memperingatkan dengan segala cara dan melarang cole berdekatan dengan keponakannya itu.

ini bukan texas, kalo perempuan kehilangan harga dirinya, kehormatannya, ia tak punya apa-apa lagi. berbeda dengan laki-laki yang jika kehilangan harga dirinya bisa mengusahakan harga dirinya kembali, berkali-kali. aku tak mau keponakanku menanggung semua itu. jauhi ia.

dan cole tu ada kemiripan dengan bapaknya yang tak bisa bilang apa-apa pada sang istri yang bersikeras menjual tanah. mungkin seorang lelaki tahu bahwa, kalo dia udah ga bisa bikin perempuannya seneng maka itu berarti dia udah ga ada artinya apa-apa lagi. jangankan ngelarang atau ngasih masukan2 sebagai pertimbangan perempuannya itu, dirinya sendiri aja udah merasa "duh aku ni seorang yang g a g a l" dan kehilangan kepercayaan dari perempuannya. demikian juga si cole, aku pake istilah "perempuannya" karena cole kan belum nikah dengan anak pemilik ranch itu. kisah cinta mereka sungguh …. ah pokoknya nonton sendiri deh aku ga enak ngomongnya. cuman, aku mau bilang bahwa persamaan cole dengan bapaknya tu, cole tu juga bingung harus gimana di antara tuntutan 2 perempuan. bibi nyuruh ngejauhin, tapi sang kekasih tentu ga mau ga terima en remuk redam kalo itu semua terjadi. ada juga sedikit kekhawatiran cole, jangan2 kalo dia terus sama sang kekasih maka akan mencelakakan sang kekasih pada akhirnya. tapi yah namanya juga …. dan namanya juga cole yang ga jauh beda dari bapaknya, dia bilang aja tuh sama kekasihnya "apa yang harus kulakukan? katakan saja, akan kulakukan apa katamu." jadi keputusan dia adalah ikut melibatkan sang kekasih dalam pengambilan keputusan mengenai hubungan mereka. dan ini yang aku percaya, bahwa sebuah hubungan yang baik tu ada dua pihak yang terlibat dan terus berdialektika (sieeehhhhh) 😛 tapi enggak dink, sebenarnya yang mau kubilang tu aku nonton film ini jadi rada geer bahwa hihi kekuatan seorang cowok tu sebenarnya sangat ditopang oleh kekuatan seorang cewek, gituuuu ciye ciye. kalo cewek itu ga yakin, maka cowok itu pun jadi ga yakin. tapi kalo cewek itu yakin dengan cinta mereka, maka apapun deh, sampe kelahi di penjara bunuh-bunuhan pun akan dilakoni sepenuh hati. entah kenapa aku merasa sangat familiar dengan sosok cowok seperti itu, dan aku suka 😛

terakhir, aku juga suka arah film ini pada bagian-bagian selanjutnya yang menurutku menyentuh sisi kemanusiaan yang paling mendasar: kesalahan dan rasa bersalah/penyesalan. pas si cole balik ke texas dan ditangkap karena membawa tiga kuda, dikira dia tu mencuri kuda. trus dia cerita semua kejadiannya sama pak hakim. kalian tau ga, aku ketawa pas pak hakim beruban itu bilang gini, "kamu tau nak, yang paling mengherankan dari cerita seorang pembohong adalah kita cepat sekali melupakannya.". "saya tidak berbohong pak," kata cole. "ya justru itu, tidak ada manusia yang bisa mengarang cerita seperti yang kamu ceritakan barusan." so, pesannya adalah, kalo ingin jadi pembohong yang berhasil, kamu harus punya ingatan yang tajam, jadi kamu inget persis versi kebohonganmu itu biar kalo ditanya maka jawaban/ceritamu akan konsisten. nah, karena si cole ini memang orangnya bloko, lurus, ga berbohong dan masih bisa membedakan siapa yang bisa dia percaya dan siapa yang enggak, dia ga bermasalah dengan latihan ingatan. si hakim pun tanya sebuah pertanyaan pribadi, "boleh liat bekas lukamu?" yang langsung bisa ditunjukkan oleh si cole. dan hakim merasa "sebagai hakim saya sering meragukan umat manusia, tapi dengar ceritamu tadi saya jadi masih percaya *apa gitu (aku lupa soriii)*". nah cole malah main ke rumah pak hakim, karena ga tau mau tinggal di mana juga, dan menyatakan kesalahan-kesalahan dan tindak pembunuhan yang dilakukannya karena dia ga terima bahwa pak hakim itu tadi nganggap dia spesial. itu tuh cirinya orang yang emang spesial, dia ga ngerasa spesial, malah dia mengakui kesalahan2nya dan stress memikirkan bahwa sepertinya semua itu udah terlambat ga bisa diperbaiki lagi. hei, smua manusia tu berbuat kesalahan koq. dan konon hukuman terberat tu justru adalah penyesalan nurani orang itu sendiri …. so neraka itu bukan orang lain tapi neraka itu adalah diri sendiri, nahlhoch mau lari ke mana?

ohiyeh, kalian tau ga sih, meski tadi aku dah bilang "terakhir" tapi ada satu lagi yang aku suka dari cerita ini: PERSAHABATAN. cole ni punya sahabat bersama2 berangkat dari texas, mereka saling tolong menolong dan saling mengingatkan, ketika salah satu dari mereka menghadapi masalah atau berbuat kesalahan mereka tetap bertahan dengan satu sama lain. tetap bertahan. dan bertahan. meski berat. meski harus dipenjara sama-sama. ada juga tuh kalimat mereka yang aku ga inget persis. intinya, "bagaimana jika aku berbuat kesalahan seperti anak itu, (dianggap mencuri, bahkan membunuh, meski itu kuda miliknya) dst." "yang jelas aku akan bertahan bersamamu. aku tidak akan menyerah terhadapmu."

dari sini semuanya keliatan baik-baik aja yah? padahal berat lho sebenernya yang mereka lalui. bayangin aja mereka pergi ke luar negeri tanpa tujuan pasti. yang mereka punya hanya kuda serta persahabatan mereka. tapi semua itu bukan buat diratapi kan … karena dari situ mereka telah mengambil keputusan penting penuh keberanian, termasuk keberanian untuk saling mempercayai dan mengandalkan satu sama lain. yah, dan terbukti. meski ucapan sahabat tadi yang selalu berusaha memperingatkan cole yang sedang kasmaran berulang kali tak digubris, tapi sahabat tadi tetap bertahan bersama cole menghadapi semuanya bersama. btw ternyata film ini tu diangkat dari novel cormac mccarthy. kalo ada yang punya novelnya, pliiiisss kirim ke aku, aku pengen banget baca n di gramedia ga ada, malah adanya special topics on calamity physics-nya marissa pessl. cormac mccarthy ni aku blum pernah baca sama sekali. memprihatinkan ya. the road aku belum pernah baca (tapi ada bukunya di homerian). no country for old men aja aku blum nonton apalagi baca. so pliss ya kalo ada yang punya kontak aku ya? jadi inti dari post ini adalah aku minta novel ini hahhahhaa ….

Read and post comments |
Send to a friend

Advertisements

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s