untuk dyah dan lain-lain: ost dan lain-lain

tahun ini, hari-hari menjelang lebaran, tepatnya sehari sebelum aku berangkat ke jakarta untuk pergi ke tempat tanteku, di jogja justru sedang banyak teman-teman masa sma. mereka "pulang kampung", sebelum kembali lagi jadi pekerja ibukota.

kami janjian ketemu, pengen ngumpul, tak hanya ingin ngobrol atau jalan-jalan, tapi nonton bareng laskar pelangi di 21 amplas (meski chang'e udah nonton sebenernya). aku sedikit kaget mendengar rencana mereka. bagiku sedikit nekad (dan banyak gilanya), karena dengar2 21 tu puenuuuuhhh buanget. berdesak-desakan dan antri panjang banget, semua ingin nonton film itu, dan belum tentu kebagian tiket lhoch meski udah antri sejak pagi. karena itu, mendengar tawaran holy yang akan membelikan tiket untuk kami, syukurku bukan kepalang. baeekk banget deh holy, mau gitu lho, n kami tinggal ikut nonton aja. betapa nyamannya.

aku inget, kalo ga salah tanggal 8 februari 2002, aku termasuk salah satu yang kegencet-gencet kurang kerjaan di dalam bioskop mataram, demi menonton aadc rame2. gila ya, sampe kaca loket pecah segala. bahkan, loket yang udah tertulis tutup karena tiket habis (dan calon penonton tetap setia antri menunggu jam pemutaran berikutnya), begitu buka, eh ,,, baru beberapa detik udah ditutup lagi, en tulisan "tiket habis" dipasang lagi. benar2 aneh. bilang kek dari tadi. kami sempat curiga pada calo, atau pada rombongan anak-anak sekolah tertentu yang sudah mem-booking bioskop. yang bener aja. keluar dari bioskop teman2ku bahkan tak tega bertanya, dapet tiket ga. bauku udah kayak comberan hahahaa … mungkin mereka bertanya-tanya, selokan mana yang pindah ke situ …. akhirnya. tak seperti teman2 yang menyerah begitu saja, keesokan harinya aku datang ke sana lagi hanya berdua dengan arnita. datang telat dan di pagar para calo tuh udah mengacung2kan tiket. aku bilang duitku pas (yah, calo kalo jual kan harganya dinaikin). aku tunjukkin isi dompet biar mereka percaya, duit kami bener2 ngepas untuk dua tiket. akhirnya kami bayar mereka pas (sesuai harga resmi), plus ngasih rambutan seplastik yang tadinya mau kami makan di bioskop sambil nonton. lumayanlah mereka dapet duit n rambutan. daripada tiket mereka ga kepake n ga ada hasilnya pula? hehehe … kami langsung nonton di adegan muka cinta gitu …. hihihi … anak sma wagu … abisnya itu cerita tentang anak kelas 2 sma n kami pas banget juga anak kelas 2 sma saat itu. aku nonton detil banget, soalnya layarnya kan gedeee. sampe ngeliatin sepatu n tas yang dipake tokoh2 itu, n kewaguan2 lain, soalnya itu semua pasti bakal jadi bahan omongan di sekolah. keesokan harinya kami ketawa2 penuh kemenangan karena nonton itu pertama kali (gitu aja seneng). en fenomena aadc terus merebak beberapa saat kemudian, sampe2 toko buku di kota kami yang biasanya sepi kayak kuburan, tiba2 jadi rameee sampe sekarang. trus merek2 tas n model sepatu yang dipake di film itu jadi populer di sekolah itu (ga usah disebutin namanya …). juga istilah  ow em jiii … weksss 😛
intinya pengalaman kegencet sesak susah napas di mataram itu bikin aku ga bersemangat kalo harus nonton film2 yang kira2 bakal banyak penontonnya di bioskop. mending ditunda kapan2 aja. makanya tawaran tiket dari holy tadi langsung aku iyain coz perjuangan untuk ngedapetinnya itu lho, bakalan berat …. ;-P

pada hari h, holy dan dyah sudah terlihat ikut dalam antrian. katanya mereka menunggu sejak pintu mal amplas belum dibuka! masih seperti hari-hari sebelumnya, ramenya ampun-ampunan deh. biasanya kalo ada situasi kayak gitu aku refleks menyingkir jauh-jauh. tapi, thx holy n dyah, akhirnya orang2 seperti aku pun punya kesempatan untuk nonton laskar pelangi di bioskop. sambil menunggu holy dan dyah, aku berkenalan dengan diah nutri en adiknya holy, ngobrol2 dengan arum dan rima, lalu chang'e. habis tu sempat sarapan segala, sendiri. ga ada yang nemenin karena pada puasa.

setelah nonton, kesanku cuma satu kata: komersil. kredit untuk mbak mira lesmana yang punya kemampuan untuk menjadi konduktor tim yang hebat, dan juga kemampuan untuk membaca psikologi publik dalam menerjemahkan selera mereka ke dalam layar perak. untuk riri riza, woy aku belum pernah nonton eliana2 ….

tapi, reuni dengan sahabat2 belum berakhir. dyah malah memberikan pada kami cd ost laskar pelangi! aku memutarnya di komputer. huhuhuhu tengkyu tengkyu tengkyu ….

lagu pertama, dibuka dengan genjrengan gitar yang bersemangat dan tanpa beban,

"mimpi, adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia, berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya …."

menurutku nidji tepat sekali membawakan ost utama laskar pelangi ini.

kedua, sherina menurutku bebas, lepas, tak takut menjadi dirinya sendiri. ada nyebut "hari senin" segala. aransemennya pun unik. dia tu, kalo nyiptain lagu, potongan2nya n sambungan2nya serba ga biasa …. makanya jadi seger

ketiga, netral. nah ini … netral banget. kangen juga ma band satu ini. langsung kepompa rasanya semangat aku begitu denger netral ini. hwaa, bisa dibilang intensitasku dalam dengerin album ini jadi naik gitu, mulai masuk ….

keempat, ini lagu yang paling aku suka selain netral tadi …. erwin gutawa n mira lesmana gitu lhoch yang bikin. mereka tau aja gimana ngebawain keseluruhan lagu jadi ciamik n klasik membuat jiwa pendengar berdansaaa …. mungkin gara2 speakernya ya, suaranya bisa kayak terurai gitu tapi tetep solid …. makanya pertama-tama kita seperti ada di tempat lain, kayaknya tuh lampu-lampu berkerlip perlahan, terdengar desiran angin dan gesekan daun-daun, rasa-rasanya seluruh alam ikut bernyanyi dengan cara mereka ketika seseorang jatuh cinta,,, juga ada gemericik air, rintik hujan mulai turun tetes demi tetes …., dan …. teknik ketukan dug dug dug yang konsisten dari awal sampai akhir lagu, seperti suara degup jantung ….. yang semakin keras di bagian reffrain. seingetku teknik ini pernah dipake orang jogja (siapa? ehehhehe ada deehhh) tapi kayaknya lagunya ga terlalu dikenal gitu … lagu "tak perlu keliling dunia" ini kayak jadi semacam antitesis bagi cerita laskar pelangi yang seolah2 "manas2in" pembaca untuk keliling dunia. apalagi suaranya gita gutawa bening banget, cocok buat lagu-lagu kayak begini. mbak mira bikin liriknya cihuy banget deh, dari awal nyambungnya enak terus sampe terakhir …. makin kagum deh koq mbak mira tu emang tipe orang yang pinter mengayomi orang lain ….. (kalee)

"dengarkanlah, kata hatiku, bahwa ku ingin untuk tetap di sini…."
*degup jantung makin kencang*
"tak perlulah, aku, keliling dunia, biarkan ku di sini"
"tak perlulah, aku, keliling dunia, karena ku tak mau jauh … darimu
…."
…..
"tak perlulah, aku, keliling dunia, karena kau di sini …."
"tak perlulah aku, keliling dunia, kaulah segalanya bagiku … di dunia!!!"

kelima, ipang. mengingatkanku sama instrumen2 india kayak di film the namesake mira nair. tapi suaranya ipang aku suka sih ….

keenam, float, aduh maaf ya, bagiku eksperimen nih ndengerin yang begini, ngaget2in hahahaha … rasanya malah kayak denger kentut brat brot brat brot

ketujuh, garasi, tolooonggg, baru awal2 langsung aku disable aja lagu ini. diseret-seret ouch

kedelapan, gugun n the bluesbug, bolehlaaahhh… apalagi adikku musisi blues 😛 jadi ritme-ritmenya udah rada familiar ….

kesembilan, yaela seroja, cengkoknya dapet banget, tu si mahar alias veris yamarno. yang kayak gini2 aku ga yakin deh anak-anak yang ikut les vokal tu bisa …. 😛

terakhir, balik lagi ke lagu nidji tapi full string.

sekali lagi thx dyah …. siapa bilang semua lagu indonesia tu sampah? aku ga percaya.

Read and post comments |
Send to a friend

Advertisements

Author: nadya

on-going tensions between ready-made values and uncharted territory

8 thoughts

  1. Mantaapz oi analisisnya…Kagum aku nad, sama dirimu yang benar-benar 'mendengarkan'. yeah you listen to the songs, not only hear them.. Keren…Hahaha, aku setuju sama bagian float sama garasi (apalagi garasi, kaya lagu orang mau bunuh diri aja hahahahaha)Suka bacanya, Nadya. (:

  2. walah chang'e … wong aku ming ngawur kuping awam …. 😀 speakernya itu kalee …. chang'e paling suka yang mana? tepat sekali … kayak lagu orang mau bunuh diri! ga kepenak tenannnn ,,,,chang'e sing multiply itu ga tau deh koq aku ga iso log in-log in, trus kalo mau komentar lewat the flight koq juga ga bisa, gimana duonks ,,,?

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s