Posted in Bahasa

hidup rasa karamel

memang
lebih menyenangkan hidup seperti ini. dalam keramaian karnaval, aroma panekuk
hangat dan kue wafel (dengan taburan gula halus) menguar di udara. sementara
itu, kertas hias kelap-kelip beterbangan dari trompet, jatuh di jalan raya, di
rambut, di sungai. aku melompat-lompat dengan sepatu kets pemberian sahabatku,
ingin menghirup momen ini sebanyak-banyaknya, merekamnya menjadi
kenangan klasik untuk selamanya.

hmmmm,
nikmat!

begitu
nikmatnya hingga terasa menyakitkan, karena tak ingin semua ini berakhir sampai
kapanpun.

Read and post comments |
Send to a friend

Author:

on-going tensions between ready-made values and uncharted territory

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s