25 November 2007: Gramedia Matraman

hari yang ditunggu-tunggu datang juga. semalam aku mengepak barang2 dalam ransel volunteer-ku dan melangkahkan kaki menuju stasiun. tiket kereta api kuselipkan di buku kitchen-nya banana yoshimoto. selain itu, pedagang buku dari kabul-nya asne seierstad dan chocolat-nya joanne harris tak lupa kubawa serta, walau kutahu kemungkinan besar takkan ada waktu untuk membaca habis semuanya. kereta masih begitu2 saja. di luar gelap, tak terlihat apa2. membaca sebentar dan kepalaku terasa goyang. baiklah, sepertinya aku memang harus tidur. mataku terpejam, walau sekali-kali masih lirik2 mencuri2 lihat keadaan sekitar.

pagi-pagi, sesampai di jakarta, kami langsung ke gramedia matraman. gramedia terbesar di jakarta itu belum buka, tapi di dalam para pegawainya sudah datang dan bersiap2 membuka toko. jendela2 dibersihkan, lantai dipel, pegawai berderet di depan pintu masuk dengan posisi ngapurancang, dan … begitu pintu dibuka, pengunjung disambut dengan jingle "gra meeee dya gra meeee dya", dst, serta senyum ramah dan sapaan selamat datang dari pegawai toko dalam barisan. segera kutitipkan ransel dan kresek putih berisi kotak paket di tempat penitipan tas. kukeluarkan peralatan mandiku, lalu naik ke lantai 2. aku memonopoli toilet, mandi (dengan air yang sangat terbatas), ganti baju sambil bersenandung. keluar dari kamar mandi rasanya segar. sisa2 nuansa kereta api sudah hilang tak berbekas.

singkat cerita, acara berjalan tak terlalu lancar menurutku, karena pengunjung membludak. dan, entah dari arah mana saja ada yang terkadang berteriak2. mana siang2 lagi, ruangan yang sesak oleh pengunjung membuat pendingin ruangan tak terasa sama sekali. tapi biarlah, mereka semua ingin bertemu dengan penulis pujaannya. rombongan berkaos laskar pelangi terlihat beberapa, untuk menyemarakkan suasana. bahkan ada maskot, semacam yang ada di acara kick andy (krebo, tubuh dan wajah dicat merah putih), tubuhnya digantungi papan bertuliskan laskar pelangi. bagaimana rasanya menjadi orang itu ya?

ternyata yang paling menyenangkan justru bertemu sahabat, makan donat dan minum green tea (thanks Bonita! juga Dyra, Dian Bebek via telepon), sambil ngobrol2 tentang apa saja. waduh, senengnyaaaaa melihat kalian semua senang…. habis tu maen ke tempat temen yang sudah punya 2 anak. (halo ariq n kansa! bundanya galak ya? hehehehehe, peace yuni! ^_^). seru, main2 sama anak2 kecil sampe gak terasa sudah waktunya kembali ke stasiun, kembali ke jogja. gak sempet mandi sore, tapi lumayanlah perut kenyang abis makan sate bikinan temenku itu…

dear friends, thanks for all the love you bring!

p.s.: kapan ketemuan lagi?

Read and post comments |
Send to a friend

Advertisements

Author: nadya

on-going tensions between ready-made values and uncharted territory

One thought

  1. Dearest Naddy,
    kapan bisa ketemu lagi? I miss you.. I miss talking with you about soo.. many things 🙂
    Oh btw, have u read Joanne Harris's book? What do you think of it?

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s