hooooy?

Entah kenapa aku malas aja ngerjain semua tugas-tugas kuliah yang serba nggak reasonable gini. Apalagi mengingat adanya jarak antara dunia kuliahan (sebagai dunia yang serba 'berusaha' akademik) terhadap dunia yang lainnya.

Ternyata mahasiswi yang satu ini udah benar-benar nggak ada semangat kuliah.

Kok bisa ya? Nggak tahu dulu tu dari mana dapat semangat untuk terus bertahan kuliah – maksudnya kuliah beneran ga cuma kuliah sebagai status – , mengerjakan tugas-tugasnya, dan mendapat nilai-nilai yang lumayan, walaupun mata kuliah yang kuambil sengaja yang diistilahkan teman-teman sebagai kuliah yang "berat-berat" alias… pengen aja sih menantang diri sendiri. Asli bukannya sok-sokan lho ya ^_^ cuma ehm aku emang orangnya rada gila aja.

Sebenernya semakin kurasa bahwa perkuliahan ini serba omong kosong juga kalau diikutin terus. Bahkan, kadang kayak nggak lebih dari sekedar basa-basi. Bukankah (ujung-ujungnya) orientasi dari mereka yang kuliah itu sebagian besar adalah "materi" (yaaaa kasarnya bisa dibilang begitu, terus terang aja hayo). Bukankah mayoritas yang diinginkan adalah bagaimana meningkatkan taraf hidup dirinya? Ngapain sih pake belajar kalo cuma berhenti di permukaan aja, nggak menggerakkan untuk berbuat sesuatu? Cuma sebatas jadi senjata untuk menjawab soal ujian trus dapat nilai bagus biar kemudian kerja di industri yang bergaji besar, atau kerja di bank, dan nggak ada yang peduli ma orang lain karena urusannya sendiri aja udah berat dan dianggap nggak tertanggungkan. Harus ribet kerja dari pagi sampe malam tanpa kreasi. Harus menyesuaikan diri sebagai satu sekrup aja dalam suatu mekanisme yang udah sedemikian terstruktur dan mengerjakan sesuai perintah, dan… udah. Hal-hal lainnya? Alaaaah, nggak mau tahu karena ngerasa nggak perlu tahu.

Yang penting diri sendiri, kebutuhan diri sendiri diberesin dulu deh….yang ternyata nggak pernah ada habisnya. Bergaji seolah-olah besar, ternyata nggak cukup karena gaya hidup yang ikut berubah, sok berduit akhirnya gaji habis buat bayar cicilan ini itu. Merasa berterima kasih banget karena pekerjaan yang dikasih bos tapi di sisi lain was-was dengan ancaman penggangguran.

What kind of life is that?????

But that's what most college students are trying to reach. That's what they set as their target. "The ultimate goal", sort of. Because, that's how they define "convenient life".

Forget about dreams, they try not to believe on something that is – as a matter of fact – nothing more than some naive childhood fantasies. Silent it on memories, there's no need to plug away and struggle for something "ridiculosly-unrealistic".

If anybody said differently, let's just wait and see. Time will answer: would the journey stop or there's something else in the end.

NB: hoooyyy nggak boleh nih nulis pake bahasa campuran… gimana sih Nad yang bener donx!

Send to a friend

Advertisements

Author: nadya

on-going tensions between ready-made values and uncharted territory

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s