keluar dari zona nyaman

Ternyata masih inginkan hidup yang "normal-normal" saja.

Hari ini aku menolak ajakan orang di sore hari dengan alasan tidur, tapi kemudian menerimanya di malam hari karena sudah bangun dan lagi pengen aja. Ternyata, rasanya sudah saatnya mencoba dengan segala ekstremitas untuk menemukan jati diri yang asli (adakah?), identitas yang sesungguhnya, aku yang benar-benar aku, dan aku tahu kalau itu aku.

Hari ini pertemuanku dengan orang-orang baru dan mereka berasal dari dunia yang benar-benar baru bagiku. Cukup menyenangkan untuk mengetahui bahwa paling tidak secara pribadi aku berhasil menembus zona nyamanku dan memperluasnya ke dalam hal-hal yang mungkin tidak dialami teman-temanku. Walaupun, penolakan itu ada, picingan mata, maupun kata-kata yang secara jelas-jelas terasa menyudutkan. Tapi aku tidak mempermasalahkan itu, karena kami memang berasal dari masa atau tahap yang sama sekali berbeda, dan paling tidak dengan memperkental keberbedaan itu, sedikit dapat meneguhkan identitas yang ada (menemukan?).

Perbandingannya adalah antara orang pekerja keras dengan orang absurd yang tidak berguna. Mungkin sebagai apologi dan pembenaran dari rasa frustasi atas pencapaian yang segitu-segitu aja. Atau mungkin justru aku yang frustasi. Terus terang kubilang pada mereka bahwa aku sedang berada dalam titik jenuh, dan mereka sama saja seperti orang-orang lain yang hanya pandai membolak-balikkan kata. Seharusnya tadi tutup mulut saja dan tidak banyak berkata, tapi, paling tidak, jadi mendapat info-info baru yang tidak akan kudapatkan kalau tidak mengambil resiko ini.

Ingin ku merasakan sebuah kedamaian, ketenangan, tapi semua kerjaanku beres. Ingin menikmatinya dengan senyum tanpa beban. Ingin menjadi orang bijak yang tidak perlu menilai orang lain dan bisa memahami dan menyikapi semuanya, (tapi mungkin ngga sih?). Ada suatu sisi dalam diriku, suatu bentuk kedirian yang memanggil-manggil. Dunia ini begitu beraneka ragam dan tidak perlu kupedulikan segalanya, (padahal terus terang aku belum mengetahui apa-apa).

Send to a friend

Advertisements

Author: nadya

on-going tensions between ready-made values and uncharted territory

One thought

Share your thoughts

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s